illustratormelbourne.com
Topik
Kedutaan Belanda Sangsikan Identitas Korban Ciater
TEMPO.CO, Bandung - Utusan Kedutaan Besar Belanda mengoreksi identitas warga asing yang tewas dalam kecelakaan mini bus travel di kawasan Ciater, Subang, Jumat siang, 7 Oktober 2011. Korban tewas yang diduga warga Belanda ternyata hanya dua orang, sedangkan satu lagi diduga berdarah Jepang.
Dua korban warga Belanda adalah Tuan W.J. Oomen dan Nyonya E.C.M. Engelenn. Sedangkan korban satu lagi diduga Nyonya K. Matsushita, warga negara Belgia. Matsushita sebelumnya disebut mengalami cedera berat dan dirawat di RS Santosa.
Sebelumnya, Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Barat Komisaris Besar Bimo Anggoro Seno mengatakan, tiga warga asing yang tewas dalam kecelakaan mikro bus travel di Jalan Raya Tangkuban Parahu - Subang, Kabupaten Subang siang tadi adalah warga negara Belanda. Ketiganya adalah tuan W.J Oomen, Nyonya A. Lambertz, dan Nyonya ECM. Engelenn.
Namun identitas para korban warga asing itu lalu diragukan dan dikoreksi dua utusan Kedutaan Besar Belanda yang malam ini datang mengecek ke kamar mayat RS Hasan Sadikin. Mereka adalah Rene Mouwen dan Douwe Sol.
Hingga berita ini ditulis, kedua utusan belum sempat dikonfirmasi. Setelah mengecek kondisi jasad para korban di kamar mayat, keduanya langsung meninggalkan RS Hasan Sadikin menuju rumah sakit lain.
Namun para anggota polisi yang tengah sibuk mengecek kembali identitas para korban tewas, mengakui adanya kesangsian dan koreksi dari utusan Kedutaan Belanda.
"Jadi yang meninggal itu Mr. Oomen, Mrs. Engelenn, dan Mrs. Matsushita," ujar seorang polisi yang menolak dikutip namanya, Jumat malam 7 Oktober 2011 di instalasi jenazah RS Hasan Sadikin, Bandung.
Adapun pihak forensik RS Hasan Sadikin hingga kini tengah menunggu izin otopsi dari kedutaan besar negara ketiga korban tewas. Malam ini rencananya pihak forensik hanya akan melakukan visum tubuh bagian luar terhadap ketiga jasad.
Dengan demikian, daftar sementara nama 12 korban luka berat dan ringan yang mayoritas warga Belgia ini adalah:
Korban Meninggal WNI : Sandra Marlisa (53), pemandu wisata, warga Pondok Labu, Jakarta Selatan.
Daftar Luka Berat
1. Agung Palung Jalo, sopir
2. Edi siswanto, kru bus
3. Mr. Berlee (WNA)
4. H. Riswick (WNA)
5. Mrs.Joosten (WNA)
6. Mrs. A. Lambertz (WNA)
7. Mr. F. Meyvis (WNA)
8. Mr. BA. Van Der Zouwen (WNA)
Daftar Luka Ringan :
1. Mr. GJPH Oorsv (WNA)
2. Mrs. IE. Plokker (WNA)
3. Mr. RJB. Ten Veen (WNA)
4. Samanthi Shashi Smith (WNA)
ERICK P. HARDI





