Soekarwo. TEMPO/Fatkhurrohman Taufiq
Topik
Gubernur Tetapkan Surabaya KLB Difteri
TEMPO.CO, Surabaya - Gubernur Jawa Timur Soekarwo menetapkan kejadian luar biasa (KLB) bagi penyakit difteri. Selama 10 bulan terakhir, penyakit yang menyerang anak usia satu hingga sepuluh tahun itu telah menewaskan 328 anak.
"Mulai hari ini kita tetapkan KLB, besok seluruh kepala rumah sakit dan dinas kesehatan akan kita kumpulkan," kata Gubernur Soekarwo seusai mengikuti sebuah sidang paripurna di DPRD Jawa Timur, Jumat, 7 Oktober 2011.
Menindaklanjuti KLB ini, pemerintah mulai Senin, 10 Oktober 2011 akan menggelar vaksinasi massal di beberapa daerah persebaran difteri khususnya di 11 kabupaten/kota, yaitu Kota Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, Mojokerto, Bangkalan, Sampang, Sumenep, Pamekasan, Blitar, Gresik, dan Banyuwangi.
Di 11 daerah ini, kata Soekarwo, merupakan daerah dengan jumlah persebaran difteri terbesar. Penerapan KLB tidak hanya dilakukan di 11 daerah, melainkan total di seluruh kabupaten/kota se-Jawa Timur.
Untuk mengentaskan dari KLB difteri ini, pemerintah akan menggerojokkan dana sebesar Rp 8 miliar. "Kita juga minta dari pusat dan kabupaten/kota juga harus sediakan anggaran," ujar dia.
Kepala Dinas Kesehatan Mudjib Affan menambahkan, merebaknya virus difteri terjadi sejak tahun lalu. Pihaknya juga telah memberikan Outbreak Respons Communications (ORI) secara gratis diseluruh puskesmas dan posyandu yang ada di Ja-Tim.
"Persebaran penyakit dari bakteri ini memang tergolong cepat, vaksinasi sebenarnya kewajiban orang tua, tapi dengan penetapan KLB ini, kita akan bantu mengimunisasi seluruh anak yang terindikasi difteri," kata Mudjib.
Dia mengakui tingginya kasus difteri merupakan penyebab dari belum sadarnya orang tua akan pentingnya imunisasi bagi anak. Padahal setiap melahirkan, baik itu di bidan, rumah sakit, maupun puskesmas, setiap orang tua pasti dianjurkan untuk segera mengimunisasi anak mereka.
FATKHURROHMAN TAUFIQ





