REUTERS/Lucas Jackson
Topik
Infografis
Penurunan Peringkat Italia dan Spanyol Bebani Wall Street
TEMPO.CO, New York - Kenaikan saham di bursa Wall Street dalam tiga hari sebelumnya harus terhenti karena beragamnya berita antara laporan tenaga kerja dan penurunan peringkat Italia dan Spanyol.
Indeks saham Dow Jones sempat menguat di awal perdagangan seiring tumbuhnya data tenaga kerja. Namun menjelang akhir perdagangan semalam berbalik turun oleh berita negatif dari Eropa.
Pada perdagangan Jumat, 7 Oktober 2011, indeks Dow Jones ditutup turun tipis 20,21 poin (0,18 persen) ke level 11.103,12. Indeks saham teknologi Nasdaq juga melemah 27,47 ke posisi 2.479,35, serta indeks S&P 500 juga terkoreksi 9,51 (0,82 persen) menjadi 1.155,46.
Saham perbankan mengalami penurunan tajam setelah lembaga pemeringkat Fitch menurunkan peringkat utang Italia dan Spanyol. Bank of America merosot 6 persen dan memimpin kejatuhan saham komponen Dow Jones. Saham JP Morgan Chase & Co juga jatuh 5,2 persen.
Para pengusaha AS mampu menambah 103 ribu pekerjaan pada bulan lalu, sekitar dua kali lipat dari perkiraan para analis sebelumnya. Berita positif ini untuk sementara waktu mampu mementahkan kekhawatiran bahwa ekonomi AS kemungkinan akan memasuki resesi kedua. Meskipun angka pengangguran AS tetap 9,1 persen. Tumbuhnya data pekerja yang menerima gaji tidak mampu menurunkan angka pengangguran karena tidak mampu bersaing dengan laju pertumbuhan penduduk.
Saham Perkin Elmer Inc anjlok 8 persen, Thermo Fisher Inc jatuh 6 persen, saham Sprint Nextel Inc anjlok 20 persen setelah perusahaan mengatakan perlu dana untuk membangun jaringan data berkecepatan tinggi baru. Serta saham Clearwire juga anjlok 32 persen setelah Sprint mengatakan akan menghentikan penjualan ponselnya pada akhir tahun.
Adanya sinyal bahwa para pejabat Eropa akan mengambil langkah-langkah untuk menyelesaikan krisis utang kawasan dan Bank Sentral Eropa (ECB) yang berjanji akan menyediakan dana pinjaman kepada perbankan hingga 2013 mampu memicu kenaikan harga saham. Sebelum The Fitch memangkas utang Italia dan Spanyol.
Tujuan ECB memberikan pinjaman adalah untuk melindungi bank-bank di Eropa akibat kurang berfungsinya pasar kredit jangka pendek antar bank. Investor khawatir bahwa jika Yunani mengalami default (gagal bayar) akan menyebabkan obligasi Yunani yang dipegang oleh perbankan Eropa dan AS nilainya akan turun. Dengan begitu bisa menurunkan neraca bank dan membuat mereka sulit untuk mencari pinjaman uang.
“Saya rasa pasar saat ini sedang melakukan pemanasan bahwa kita akan mendapatkan solusi dari masalah krisis utang Eropa,” kata Peter Cardillo, kepala ekonomi pasar di Capital Rockwell Global di New York. “Tapi mungkin tidak secepat atau seperti yang pasar inginkan,” tuturnya. Namun bila Yunani benar mengalami gagal bayar, maka saham akan kembali jatuh.
AP | VIVA B. KUSNANDAR





