foto

Sejumlah calon jamaah haji dari Sumatera Barat antre memasuki bis di Bandara King abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi, Minggu (2/10). Sebanyak 360 calon haji kloter pertama dari embarkasi Padang, Sumbar tiba dan langsung berangkat ke Madinah untuk menunaikan ibadah Arbain. ANTARA/Prasetyo Utomo

Calon Haji Jawa Barat Berisiko Tinggi Sakit Hipertensi dan Jantung  

TEMPO.CO, Bekasi - Kondisi kesehatan calon jemaah haji asal Jawa Barat patut diwaspadai selama masa ibadah di Tanah Suci. Data Bidang Kesehatan Panitia Pemberangkatan Ibadah Haji (PPIH) Jawa Barat menyebutkan 2.415 dari 5.837 calon jemaah haji yang sudah bertolak ke Madinah, memiliki risiko tinggi pada dua jenis penyakit, yaitu hipertensi dan penyakit jantung.

Sebanyak 30 persen jemaah memiliki gejala hipertensi dan penderita jantung sekitar delapan persen dari angka risiko tinggi. "Sudah ada gejala dini soal keluhan hipertensi dan jantung," kata Kepala Bidang Kesehatan PPIH Jawa Barat Zamhir Setiawan di asrama haji embarkasi Jakarta-Bekasi, Jumat, 7 Oktober 2011.

Jemaah haji yang telah berangkat itu sebanyak 13 kelompok terbang. Sekitar 1.234 jemaah atau 50 persen di antaranya telah berusia lanjut di atas 60 tahun.

Sebelumnya, dua calon jemaah haji sempat ditunda keberangkatannya karena sakit. Calon jemaah haji itu bernama Misbah Muhtar, 70 tahun, tergabung dalam kloter dua asal Garut. Misbah divonis dokter sebagian otot jantungnya mati. Setelah sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi, dia akhirnya diperbolehkan berangkat menyusul di kloter 13.

Seorang lagi bernama Sukardi Sanuri Candra, 57 tahun. Pria asal Ciamis (kloter 3) itu menderita gagal jantung, kencing manis, dan hipertensi. Setelah dirawat, Sukardi diberangkatkan bersama kloter 14, yang bertolak ke Madinah hari ini.

Karena banyaknya calon jemaah haji berisiko tinggi pada penyakit hipertensi dan jantung, Zamhir mengimbau seluruh jemaah untuk menjaga pola makan.

"Jangan konsumsi garam berlebihan dan daging berlemak," kata Zamhir. Dua jenis makanan itu dapat memicu hipertensi dan gagal jantung.

Yang dikhawatirkan, kata Zamhir, jemaah gampang tergoda karena makanan di Tanah Suci lezat-lezat dan serba daging. "Kalaupun tak tahan mencicipi, jangan sampai berlebihan," imbuhnya.

Selain pola makan, Zamhir juga meminta seluruh jemaah tidak terlalu menguras tenaga. Sebab, cuaca sangat ekstrem, sesaat panas kemudian tak lama dingin. "Banyak istirahat sangat penting," ujarnya.



HAMLUDDIN