Suharso Monoarfa. TEMPO/Dwi Narwoko
Topik
Pemerintah Bangun 29.992 Rumah untuk Warga Miskin NTT
TEMPO.CO, Kupang - Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) mengalokasikan dana sebesar Rp 1 triliun untuk mendanai pembangunan 29.992 unit rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) atau warga miskin di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa mengatakan ribuan rumah itu akan dibangun selama dua tahun, mulai 2011-2012, di 21 kabupaten dan kota di daerah itu. "Kita akan membangun ribuan rumah bagi warga di NTT," katanya di Kupang, Sabtu, 8 Oktober 2011.
Ribuan rumah yang akan dibangun dibagi dalam program perumahan swadaya dan pembangunan rumah khusus. Untuk rumah swadaya berjumlah 20.230 unit, antara lain rumah baru swadaya sebanyak 6.070 unit dan peningkatan kualitas rumah swadaya sebanyak 14.160 unit.
Sedangkan rumah khusus berjumlah 9.762 unit, dibagi untuk warga eks pengungsi Timor Timur yang masih bermukim di kamp pengungsian sebanyak 4.762 unit dan warga lokal 5.000 unit. "Hal itu dilakukan agar tidak terjadi kecemburuan sosial antara warga eks pengungsi Timor Timur dan warga lokal," katanya.
Dalam program pembangunan rumah swadaya, menurut dia, pemerintah tidak membangun rumah baru, tapi merenovasi rumah warga pengungsi Tim-Tim. Berdasarkan laporan, dari 20.230 unit rumah swadaya, sebanyak 6.070 unit telah ditempati oleh warga eks Tim-Tim dalam kondisi rusak berat. Sedangkan sisanya, 14.160 unit, dalam kondisi rusak ringan. "Rumah-rumah itu dibangun oleh TNI selama tiga tahun berturut sejak tahun 2007 lalu," katanya.
Pada tahap awal 2011, alokasi pembangunan rumah hanya di enam kabupaten, yakni Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Utara, Timor Tengah Selatan, Belu, dan Alor.
Gubernur NTT Frans Lebu Raya mengatakan pembangunan rumah murah untuk warga miskin bakal menurunkan persentase penduduk miskin di NTT. Jumlah penduduk miskin di NTT sebesar 21,23 persen dari jumlah penduduk 4,6 juta. "Kita berharap dengan pembangunan rumah murah, penduduk miskin terus berkurang," katanya.
YOHANES SEO





