foto

www.123rf.com

Buntut Peluru Nyasar, 10 Polisi Sumenep Jalani Pemeriksaan

TEMPO.CO, Sumenep - Sebanyak 10 anggota reserse mobil Kepolisian Resor Sumenep, Jawa Timur, Sabtu, 8 Oktober 2011, dibawa ke Mapolda Jawa Timur untuk menjalani pemeriksaan oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Jawa Timur.

Pemeriksaan ini berkaitan dengan tewasnya Raden Mohamad Ridwan, Wakil Ketua DPD Golkar Sumenep, Kamis malam lalu, akibat peluru nyasar yang ditembakkan polisi saat menyergap kawanan pencuri sepeda motor.

Ridwan tewas saat tengah antre beli jamu. Hasil otopsi tim dokter Rumah Sakit Daerah Moh Anwar Sumenep menemukan sebutir peluru bersarang di kepala korban.

Kepala Polres Sumenep Ajun Komisaris Besar Susanto mengungkapkan pemeriksaan tersebut dilakukan sebagai bentuk tindakan tegas atas pelanggaran yang dilakukan.

Selain akan menjalani sidang disiplin, unsur pidana dalam kasus tersebut juga akan ditindak. "Semua akan kita proses sesuai peraturan yang ada," katanya, Sabtu, 8 Oktober 2011.

Namun Kapolres Susanto enggan membeberkan lebih rinci hasil pemeriksaan sementara terhadap ke-10 anggota resmob. Dia beralasan kasus tersebut sepenuhnya sudah di-backup Kepolisian Daerah Jawa Timur. "Tunggu saja hasil pemeriksaan Propam nanti," ujarnya.

Susanto juga menambahkan, selain diperiksa, senjata api milik anggota Resmob Polres Sumenep sudah dikirim ke Laboratorium Forensik Mabes Polri di Surabaya. Tujuannya, kata dia, untuk mencocokkan proyektil peluru yang ditemukan di kepala korban dengan peluru polisi yang tersisa. "Apakah ekuivalen antara senjata anggota dan anak peluru yang ditemukan di kepala korban," terangnya.

Sementara itu, keluarga besar Almarhum Mohammad Ridwan meminta polisi memperjelas siapa yang bersalah dalam kasus ini dan menjatuhkan sanksi berat. "Kami minta siapa pun yang bersalah harus ditindak," tutur Mukarram, salah seorang keluarga korban.

MUSTHOFA BISRI