foto

LIPI. TEMPO/Aditia Noviansyah

Kenaikan Dana Penelitian Dinilai Tak Realistis

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah berencana menaikkan anggaran penelitian Indonesia terhadap produk domestik bruto (PDB) dari 0,08 persen pada 2010 menjadi 1 persen pada 2014. Peneliti Pusat Penelitian Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PAPPIPTEK LIPI) Erman Aminullah menilai target ini tidak realistis.

Erman mendasarkan pendapat itu dari model ekonomi yang disebut Economic Dynamics Through Innovation. Model ini mampu menjelaskan penyebab penurunan berkelanjutan intensitas riset nasional sekaligus mengantisipasi berbagai kemungkinan perkembangan jangka panjang.

Dalam skenario konservatif, yaitu pertumbuhan dana riset mengikuti tren yang ada saat ini, dana riset pada 2015 hanya menjadi 0,09 persen. Angka ini tidak berubah banyak dibandingkan yang terjadi pada 2010, bahkan jauh di bawah target 1 persen yang ditetapkan pemerintah.

"Ekonomi tetap maju, tapi perhatian terhadap penelitian tetap sama seperti saat ini. Target pemerintah jadi tidak realistis," ujar dia kepada wartawan di Widya Graha, LIPI, Jakarta, Senin, 10 Oktober 2011.

Ia lalu memasukkan faktor Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yang memasukkan iptek dan penelitian sebagai pilar pembangunan ekonomi. Hasilnya ternyata tak jauh berbeda, porsi dana penelitian Indonesia pada 2015 hanya sebesar 0,12 persen dari PDB. Target dana penelitian sebesar 1 persen dari PDB sendiri baru akan tercapai pada 2030.

Menurut Erman, MP3EI belum menjamin terjadinya peningkatan dana penelitian di Indonesia karena belum memasuki tahapan eksekusi. Apalagi untuk pengembangan penelitian dibutuhkan pembangunan fondasi dasar seperti infrastruktur dan sumber daya manusia. Karena itu terjadi time delay setidaknya selama lima tahun sejak MP3EI mulai dilaksanakan. "Baru bisa meningkat drastis pada 2016 atau 2017. Itu kalau MP3EI langsung dieksekusi tahun ini."

Menanggapi pesimisme ini, Ketua Komite Inovasi Nasional (KIN) Zuhal Abdul Kadir mengatakan target 1 persen dana riset dari PDB berasal dari pemerintah. Hal itu sudah sangat baik karena selama ini ekonomi Indonesia tumbuh dengan sumbangan minim dari penelitian.

"Pertumbuhan ekonomi lebih banyak karena menjual hasil alam," kata Zuhal saat mengisi acara Seminar Pengembangan Iptek Nasional 2011 di Widya Graha, LIPI, Jakarta, Senin, 10 Oktober 2011.

Karena itu, niat pemerintah menggenjot dana penelitian ini merupakan upaya membangun ekonomi berbasis inovasi. Pada 2025 diharapkan 75 persen dari dana penelitian berasal dari sektor selain anggaran negara.

Karena itu, tambah dia, MP3EI bertujuan membangun lingkungan yang kondusif agar swasta mau berinvestasi mengembangkan divisi penelitian dan pengembangan di Indonesia.

ANTON WILLIAM