foto

TEMPO/Imam Sukamto

Pertemuan SBY dengan Menteri Asal PKS untuk Samakan Pendapat  

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Negara Riset dan Teknologi Suharna Surapranata mengatakan pertemuan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan empat menteri dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada Minggu malam bertujuan untuk menyamakan pendapat. Pembicaraan belum mengarah ke soal kocok ulang kabinet.

"Kami koordinasi kesepahaman antara menteri dan Presiden untuk membangun pemerintahan yang baik," ujar Suharna kepada wartawan di gedung Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Jakarta, Senin, 10 Oktober 2011.

Ia menuturkan tak ada pembicaraan khusus mengenai kocok ulang kabinet dalam pertemuan tersebut. Permasalahan perombakan kabinet sendiri disebutnya sebagai hak prerogatif Presiden. Termasuk soal posisi PKS di dalam kabinet, yang juga tak disorot oleh Presiden SBY dalam pertemuan. "Belum ada pembahasan mengenai posisi PKS di dalam kabinet," katanya.

Minggu malam, 9 Oktober 2011, Presiden SBY memanggil empat menteri asal Partai Keadilan Sejahtera. Selain Menteri Riset dan Teknologi Suharna Surapranata, juga Menteri Komunikasi dan Informasi Tifatul Sembiring, Menteri Pertanian Suswono, dan Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri. Selain itu, SBY juga memanggil Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik dan Kepala BKPM Gita Wirjawan.

Pemanggilan menteri ini diakui juru bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha. Namun Julian tidak membantah, juga tidak membenarkan pertemuan dengan sejumlah menteri itu terkait dengan rencananya merombak kabinet. Julian juga menolak membeberkan materi pembicaraan Presiden SBY dengan para menterinya itu. "Itu pertemuan internal. Saya tidak bisa berikan komentar," kata Julian di Istana Merdeka, hari ini, Senin, 10 Oktober 2011.

Menurut Suharna, dari partainya, PKS, ia juga belum mendapat kepastian apakah masih berkomitmen untuk bergabung di dalam kabinet. "Soal komitmen di kabinet dan sinyal apakah jumlah menteri asal PKS dikurangi, silakan tanya ke partai. Saya hanya mengerjakan urusan Kementerian," kata dia.

ANTON WILLIAM