foto

Susilo Bambang Yudhoyono. ANTARA/Prasetyo Utomo

PPP Minta SBY Tak Sungkan Ajak Dialog Soal Reshuffle

TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romarhumuziy mengatakan partainya belum menerima portofolio menteri-menteri yang akan masuk dalam Kabinet Indonesia Bersatu II hasil reshuffle. "Tapi kepastian reshuffle dan pertimbangan yang digunakan Presiden dan kebutuhan PPP untuk mengawal reshuffle sudah (diterima)," ujar Romarhumuziy di Hotel Grand Cempaka, Senin, 10 Oktober 2011.

Menurut dia, sejauh ini PPP menyerahkan sepenuhnya persoalan reshuffle kabinet pada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Partainya juga tidak melakukan pembicaraan khusus dengan Presiden soal kader PPP yang akan masuk kabinet hasil reshuffle. "Yang penting bahwa reshuffle bisa memberi manfaat ganda bagi peningkatan kinerja," ujarnya.

Dia juga meminta reshuffle yang dilakukan Pesiden harus bisa mengembalikan kepercayan publik pada pemerintahan yang belakangan ini semakin merosot. Namun, Romahurmuziy mengatakan, jika dibutuhkan, PPP bersedia diajak bicara oleh Presiden untuk menetapkan personil yang tepat mengisi kursi menteri. "Presiden tidak perlu sungkan berdialog dengan PPP terkait personil yang menurut Presiden memerlukan "the right man on the right place."

Mengenai sorotan terhadap menteri yang berasal dari PPP, Ketua Komisi IV DPR ini menganggap tak menjadi masalah. Karena dia yakin penentuan menteri pada akhirnya tetap menjadi kewenangan Presiden. Menurut dia, sebagai salah satu anggota koalisi, PPP akan terus mengawal pemerintahan sampai 2014. "Kami sampai saat ini yakin hal tersebut akan menjadi pegangan Presiden."

Sebelumnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dikabarkan telah merampungkan simulasi nama-nama menteri terkait dengan rencana perombakan kabinet dalam waktu dekat. Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik Daniel Sparingga mengatakan, hal itu disampaikan SBY dalam pertemuan dengan para staf khususnya pada Sabtu, 8 Oktober 2011.

Presiden, menurut Daniel, berencana mengumumkan kabinet baru hasil reshuffle sebelum 20 Oktober mendatang. Sebelum saat itu tiba, SBY terlebih dulu akan bertemu dengan pimpinan partai politik anggota koalisi. Kemudian Istana akan memberi tahu menteri-menteri yang bakal diganti atau digeser serta memanggil calon menteri baru.

"Semuanya secara simultan akan terjadi mulai minggu depan," ujar Daniel. Tapi, sampai akhir minggu ini, kata dia, tidak ada percakapan yang membutuhkan konfirmasi politik dari para pimpinan partai terkait dengan simulasi nama yang telah dirampungkan Presiden SBY dan Wapres Boediono.

IRA GUSLINA