foto

Bursa saham di Indonesia. AP/Irwin Fedriansyah

Dua Saham Baru Siap Ramaikan Bursa Minggu Ini

TEMPO.CO, Jakarta  Gagalnya Yunani mencapai target defisit anggaran yang diinginkan oleh para kreditornya sebesar 7,6 persen kembali mencuatkan ketidakpastian dipasar finansial global awal minggu lalu. Karena kucuran dana talangan bagi negara tersebut terpaksa harus diundur, sedangkan bulan ini ada utang yang jatuh tempo dan harus dibayar.

Namun, adanya kesadaran bersama dari para pejabat Uni Eropa untuk menyelamatkan kawasan yang dilanda krisis utang serta janji bank sentral Eropa (ECB) akan memberikan pinjaman jangka pendek kepada bank – bank di Eropa hingga tahun 2013 kembali memberikan harapan adanya perbaikan ekonomi dibenua biru.

Analis dari PT Millenium Danatama Sekuritas, Abidin menjelaskan, positifnya data ekonomi AS yang dirilis pekan lalu dapat memberikan dorongan bagi penguatan bursa domestik dan bursa Asia. Pergerakan indeks minggu ini masih akan dipengaruhi oleh berita yang keluar dari Eropa terkait masalah Yunani.

Peluang indeks harga saham gabungan (IHSG) naik masih sangat terbuka minggu ini. Adanya dua saham pendatang baru yang akan melantai dibursa yaitu PT SMR Utama hari ini dan PT Solusi Tunas Pratama Tbk Selasa besok diharapkan dapat meramaikan pasar dan menggerakkan perdagangan saham lainnya.

Bank Indonesia(BI) yang juga akan mengumumkan suku bunga patokannya BI Rate juga bisa menjadi memicu animo investor untuk kembali melakukan akumulasi saham di bursa. Inflasi di bulan September kemarin hanya 0,27 persen membuat ekspektasi suku bunga BI Rate akan kembali dipertahankan pada level 6,75 persen.

Pekan ini indeks diperkirakan akan cenderung menguat dan bergerak dalam kisaran antara 3.350 hingga 3.550. “Namun demikian, investor harus tetap mewaspadai adanya aksi ambil untung seiring masih tingginya ketidakpastian dari faktor eksternal terkait masalah utang Yunani sehingga segala sesuatu bisa saja terjadi,” paparnya.

Menurut Purwoko Sartono, analis dari PT Panin Sekuritas Tbk, mengemukakan, langkah Moody’s menurunkan peringkat beberapa perbankan Inggris Jumat lalu menjadi ganjalan bagi penguatan indeks. “Jelas terlihat bahwa pergerakan indeks masih sangat dipengaruhi berita perkembangan ekonomi global,” kata Purwoko.

Volatilitas indeks masih akan tinggi dan perubahan tren pasar masih akan cebat berubah – ubah karena investor belum yakin atas langkah penyelesaikan krisis utang Eropa yang bisa berdampak terhadap perekonomian global. Awal pekan ini, Purwoko memprediksikan indeks akan bergerak dalam rentang 3.360 hingga 3.470.

Selain keluarnya data ekonomi, pekan ini investor juga menunggu hasi l dari pertemuan dari para pejabat yang tergabung dalam kelompok G20 yan akan berlangsung 15 – 16 Okober mendatang.

Sepanjang pekan kemarin indeks harga turun 123,348 poin (3,48 persen) ditutup diposisi 3.425,684. Demikian pula dengan nilai tukar rupiah juga terdepresiasi 15 poin (0,17 persen) ke level 8.965 per dolar Amerika Serikat (AS).

VIVA B. KUSNANDAR