TEMPO/Eko Siswono Toyudho
Topik
Infografis
Saham Perbankan Angkat Indeks
TEMPO.CO, Jakarta - Menguatnya saham perbankan dan Astra International mampu memicu kenaikan indeks di tengah minimnya transaksi. Masih tumbuhnya laba perbankan hingga September dan antisipasi keluarnya laporan keuangan membuat saham bank kembali menjadi incaran investor.
Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada perdagangan pada 10 Oktober 2011 ditutup naik 25,4 poin (0,74 persen) menjadi 3.451,084. Saham yang berpindah tangan mencapai 2,53 miliar dengan nilai Rp 2,19 triliun, serta frekuensi 74,06 ribu kali transaksi. Harga 107 saham naik, 80 saham turun, serta 80 saham lainnya stagnan. Dan investor asing kali ini mencatat pembelian bersih Rp 5,1 miliar.
Analis dari MNC Securities, Reza Nugraha mengemukakan, kenaikan indeks kali ini dipicu oleh naiknya saham perbankan seiring masih tumbuhnya pangsa kredit perbankan. “Ini yang membuat harga saham perbankan naik lebih dari 2 persen sehingga mampu penopang pergerakan indeks,” paparnya.
Positifnya bursa Asia dan bursa Eropa mampu dimanfaatkan oleh para investor untuk melakukan pembelian saham secara selektif di sektor perbankan sebagai antisipasi keluarnya laporan keuangan emiten triwulan ketiga 2011. “Namun, sikap hati–hati para pemodal menunggu kepastian kucuran dana bantuan bagi Yunani membuat perdagangan terlihat agak sepi,” kata Reza.
Mulai terangnya berita dari Eropa membuat fokus investor mulai beralih ke faktor domestik dimana fundamental makroekonomi Indonesia masih cukup solid dan prospek ekonomi juga masih cerah. Pncatatan saham perdana PT SMR Utama mampu mendorong pergerakan saham lainnya ditengah minimnya transaksi. Harga saham SMRUhari ini berhasil naik Rp 50 (8,3 persen) menjadi Rp 650 per lembar.
Dari kawasan regional, bursa Hong Kong sore ini ditutup menguat tipis 0,02 persen, bursa Australia naik 0,88 persen, bursa Singapura melesat 1,06 persen, serta bursa Seoul juga terapresiasi 0,38 persen.
VIVA B. KUSNANDAR





