TEMPO/Dinul Mubarok
Topik
Infografis
Rupiah Menguat Tipis 15 Poin ke 8.950 per Dolar AS
TEMPO.CO, Jakarta - Kondusifnya perdagangan di bursa saham Asia memicu apresiasi mata uang regional. Mata uang euro yang kembali menguat hingga ke US$ 1,35 berhasil mengendurkan supremasi dolar Amerika Serikat (AS) terhadap mata uang dunia dan mata uang Asia, termasuk rupiah. Walhasil, nilai tukar rupiah pada transaksi hari ini, Senin 10 Oktober 2011, ditutup kembali menguat tipis 15 poin (0,17 persen) menjadi 8.950 per dolar AS.
Pelaku pasar uang dari Bank CIMB Niaga, Emmanuel K. Krisnijayanto, menjelaskan, menguatnya mata uang AS terhadap mata uang utama dunia sebelumnya sempat menekan rupiah hingga ke level 9.300 per dolar AS. Kesulitan likuiditas yang dialami oleh perusahaan di kawasan Eropa dan AS membuat dana–dana di pasar uang dan bursa saham domestik keluar membuat rupiah jatuh cukup tajam serta dalam waktu yang singkat.
Selama ekonomi Eropa dan AS masih memburuk, maka likuiditas di pasar finansial akan sulit membuat aliran dana asing yang masuk ke Indonesia juga akan tertahan. “Hal ini yang membuat penguatan rupiah agak terbatas,” kata Emmanuel.
Kawasan Eropa yang dilanda krisis utang dan belum pulihnya ekonomi AS membuat banyak kontrak–kontrak ekspor untuk bulan Januari hingga Februari tertunda. Dampaknya akan berpengaruh terhadap kinerja ekspor Indonesia tahun depan. “Ini yang perlu diperhatikan oleh pemerintah,” tuturnya.
Dolar Singapura sore ini berhasil menguat 1 persen, won Korea selatan naik 0,6 persen, peso Philipina terapresiasi 0,28 persen, ringgit Malaysia menguat 1,12 persen, serta bath Thailand juga naik 0,36 persen.
Sementara itu, dolar AS terhadap enam mata rival utamanya sore ini pukul 17:42 WIB melemah cukup tajam 0,918 (1,17 persen) ke level 77,808.
VIVA B. KUSNANDAR





