reallynatural.com
Topik
Pemerintah Minta Kuota Penangkapan Tuna Sirip Biru Ditambah
TEMPO.CO, Nusa Dua - Kementerian Kelautan dan Perikanan akan meminta tambahan kuota penangkapan ikan tuna sirip biru (Southearn Bluefin Tuna) untuk tahun depan. Direktur Sumber Daya Ikan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Agus Apun Budhiman, menjelaskan saat ini kuota penangkapan ikan tuna sirip biru untuk Indonesia hanya sebanyak 651 ton dari kuota penangkapan dunia yang sebesar 9.749 ton dalam setahun.
"Rencananya kami bakal minta kuota balik lagi seperti dulu, yaitu 750 ton," ujar Agus, Senin, 10 Oktober 2011.
Permintaan tambahan tersebut akan diajukan apabila hasil pertemuan komisi konservasi pekan ini menetapkan terdapat tambahan kuota penangkapan tuna sirip biru, minimal sebanyak 3.000-5.000 ton. Apabila tambahan kuota penangkapan berada di kisaran 0-2.000 ton, Indonesia memilih tidak meminta tambahan kuota dan mengkonservasi untuk kuota berikutnya.
Kemungkinan tambahan pasti akan diberikan oleh komisi, tapi pemerintah kini memperjuangkan soal volume tambahan kuota itu. Pasalnya akan terdapat negara nonanggota komisi seperti Afrika Selatan yang juga akan meminta tambahan kuota penangkapan.
Perebutan kuota dengan negara nonanggota Afrika Selatan dinilai akan berat. Sebab negara-negara persemakmuran Inggris seperti Australia dan Selandia Baru sebagai anggota komisi diperkirakan akan mendukung adanya tambahan tuna untuk Afrika Selatan.
Kuota yang diminta Indonesia sebanyak 750 ton setahun, serupa dengan kuota penangkapan 2009. Penurunan kuota terjadi karena produksi tuna sirip biru yang merosot.
Meski meminta tambahan, realisasi penangkapan tuna sirip biru juga belum mencapai kuota. Tahun lalu, misalnya, dari kuota 651 ton Kementerian hanya mencatat realisasi penangkapan sebanyak 473 ton.
Sementara itu Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan Gellwyn Yusuf menegaskan bahwa hasil dari konvensi kali ini tidak boleh mengenyampingkan kepentingan nasional. Meskipun ikan tuna sirip biru di Indonesia masih sebatas hasil perikanan sampingan para nelayan, penambahan kuota harus tetap diupayakan.
Selain penambahan kuota, beberapa masalah perikanan tuna sirip biru yang jadi perhatian Indonesia adalah soal kewajiban Catch Documentation System atau program penandaan ikan setelah ditangkap dan kepatuhan terhadap rencana aksi yang ditetapkan oleh konvensi.
Gellwyn meminta sistem penandaan kepada ikan perlu didiskusikan lebih baik agar tidak mengganggu kualitas ikan yang bakal di ekspor. Saat ini, komposisi hasil tangkapan tuna di Indonesia masih didominasi oleh tuna sirip kuning dan tuna mata besar.
GUSTIDHA BUDIARTIE





