AP Photo/Rick Rycroft
Infografis
PT SMR Utama Tawarkan Saham Perdana Rp 600
TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan pertambangan PT SMR Utama Tbk resmi mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan sebelumnya telah menawar saham perdana ke publik sebanyak 500 juta lembar saham dengan harga perdana Rp 600 per saham.
Direktur PT SMR Utama, Adi Wibowo Adisaputro, mengatakan dana yang nantinya dihimpun dari penawaran saham perdana sebesar Rp 300 miliar akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas perseroan. "Kami akan menambah peralatan dan luas area," kata Adi di Jakarta, Senin 10 Oktoer 2011.
Dana Rp 300 miliar, menurutnya, akan digunakan untuk menambah modal kerja sebanyak Rp 250 miliar atau 87,72 persen dari total dana initial public offering (IPO).
Itu di antaranya untuk menambah armada alat berat berupa enam ekskavator dan tiga buldozer sekitar Rp 25,55 miliar atau 8,96 persen, menambah armada kendaraan yang meliputi 20 truk dan 15 dump truck Rp 25 miliar atau 8,77 persen, serta peningkatan jalan di area pertambangan sebesar Rp 25 miliar atau 8,77 persen.
Selanjutnya dana itu juga akan digunakan untuk pembangunan stock pile dan fasilitas crushing di area tambang sebesar Rp 20 miliar. Sementara Rp 10 miliar akan digunakan untuk pembangunan kantor.
Dana IPO sebanyak Rp 250 miliar itu pun akan digunakan untuk biaya eksplorasi sebanyak Rp 8 miliar atau 2,81 persen, modal kerja sebanyak Rp 54 miliar atau 18,95 persen, dan Rp 82,45 miliar atau 28,93 persen digunakan untuk melunasi utang.
Menurut Adi, perusahaan pun pada tahun depan akan menargetkan peningkatan produksi mangan mencapai 50 ribu ton. Hingga September 2011 produksi mangan PT SMR Utama telah mencapai 28 ribu ton. "Tahun ini kami targetkan dapat memproduksi hingga 31 ribu ton mangan," ujar dia.
Adi mengatakan perusahaan yakin produksi mangan mampu diserap pasar. Saat ini produksi perusahaan banyak diekspor ke Cina. Permintaan ekspor juga datang dari negara lain, yakni Korea Selatan dan India. "Ada permintaan dari India dan Korea Selatan. Tapi paling besar ke Cina," tutur dia lagi.
Menurutnya, selama infrastruktur negara masih berkembang di setiap negara, produk mangan akan tetap dibutuhkan. "Negara-negara tersebut memiliki pembangunan infrastruktur yang tinggi, sehingga produk mangan banyak diserap," katanya.
Penjamin emisi efek PT AAA Sekuritas mengatakan PT SMR Utama mengalami kelebihan permintaan atau oversubscribed hingga 7,2 kali. "Saham perusahaan banyak diserap oleh investor institusi yang kebanyakan lokal sebanyak 90 persen," kata Direktur Utama AAA Sekuritas Andri Rukminto.
Dengan kondisi perekonomian global yang tidak menentu, menurutnya, merupakan saat yang tepat untuk menawar saham perdana. "Saat ini tepat waktunya," kata dia.
Hingga Senin siang ini saham SMR Utama naik 40 poin atau 6,67 persen ke level 640. Harga saham perdana perseroan ditawarkan pada level Rp 600 per saham.
SUTJI DECILYA





