Agus Martowardojo. TEMPO/Imam Sukamto
Topik
Kuota BBM Diturunkan, Inflasi Terkerek 0,5-0,6 Persen
TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Agus D.W. Martowardojo mengatakan kuota bahan bakar minyak bersubsidi untuk APBN 2012 diturunkan dari 40 juta kiloliter menjadi 37,8 kiloliter, maka akan mengerek inflasi 0,5 hingga 0,6 persen. "Itu harus diperhatikan," katanya setelah rapat bersama Badan Anggaran DPR di gedung DPR Jakarta, Senin, 10 Oktober 2011.
Seluruh fraksi di Badan Anggaran bersepakat menurunkan kuota bahan bakar minyak sebesar 37,8 juta kiloliter dari usulan pemerintah sebesar 40 juta kiloliter. Usulan pemerintah sempat disetujui di Komisi Energi DPR beberapa waktu lalu.
Namun, kesepakatan itu kandas setelah rapat di Badan Anggaran. Menurut Ketua Badan Anggaran Melchias Markus Mekeng, pembahasan di Komisi tidak menentukan kesimpulan akhir. "Rapat di komisi itu sebagai referensi saja," katanya saat menyanggah protes anggota Komisi Energi yang juga anggota Badan Anggaran Asfehani.
Menteri Agus yang ditemani Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Darwin Zahedy Saleh menyepakati desakan itu. Namun, Agus meminta selisih, yaitu 2,2 juta kiloliter senilai Rp 4-6 triliun itu, dimasukkan dalam cadangan risiko fiskal. Agus menilai penurunan kuato BBM terasa berat lantaran kebutuhan yang sesungguhnya 43,7 juta kiloliter. "Untuk 40 juta kiloliter itu menunjukkan kita sudah berupaya menurunkan," katanya.
Lantaran sidang Badan Anggaran mendesak kuota 37,8 juta kiloliter, pemerintah, menyiapkan opsi lain. "Kami coba 37,8 kiloliter, tapi selisihnya dimasukan dalam risiko fiskal," katanya. Selisih dimasukan dalam cadangan risiko fiskal untuk berjaga-jaga jika pemerintah tidak bisa menahan konsumsi hingga 37,8 juta kiloliter.
Dengan tambahan selisih dari kuota BBM ini, cadangan risiko anggaran bakal bertambah dari jumlah yang dipatok saat ini Rp 15 triliun.
AKBAR TRI KURNIAWAN





