Ekonom Nyentrik Hartojo Wignjowijoto Tutup Usia

TEMPO.CO, Jakarta - Senior Economist dan Presiden Direktur Asian Pacific Economic Consultancy Indonesia, Hartojo Wignjowijoto yang dikenal sebagai ekonom kritis meninggal dunia pada sore hari. Senin 10 Oktober 2011. Ekonom yang dikenal nyentrik dan lucu ini meninggal setelah pulang dari rumah sakit untuk cek darah."Setahunan ini dia sakit, tapi dia sering ngajak diskusi," ujar kolegannya Didik J Rachbini saat dihubungi Tempo, Senin 10 Oktober 2011.

Ekonom yang pernah mengemukakan gagasannya soal Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa dan Satu Dollar = Satu Ribu rupiah pada tahun 1998 ini, juga seorang ekonom yang menemukan ada banyak proyek yang di mark-up hingga 100 persen. 

Rencananya, Ekonom lulusan Harvard University ini akan dimakamkan di pemakaman keluarga di Soreang, Kabupaten Bandung. Jenazah akan diberangkatkan sekitar pukul 8 pagi dari rumah duka di Jalan Kecapi, Kemang, Jakarta Selatan."Tiga hari lalu beliau masih sempat mengajak saya diskusi soal etika ekonomi," katanya.

Selain karena pemikirannya, Bapak tiga orang putra-putri ini juga masih sering menulis di majalah Info Bank. Bahkan dia sebagai redaktur ahli media perbankan dan ekonomi moneter tersebut. 

ALWAN RIDHA RAMDANI