foto

TEMPO/Muh Syaifullah

Penggali Pasir Merapi Temukan Kerangka yang Diduga Relawan

TEMPO.CO, Sleman - Sebuah kerangka manusia ditemukan oleh penambang pasir Gunung Merapi di bekas barak pengungsian Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta. Diduga kerangka yang sudah hancur itu adalah salah seorang relawan yang hilang pada saat erupsi kedua Merapi pada 5 November 2010 silam.

Warga Kalitengah Kidul, Giyanto, relawan yang turut melakukan evakuasi mengatakan, kerangka itu ditemukan pada Ahad, 9 Oktober 2011 malam, ketika seorang operator backhoe pengeruk pasir sedang menambang di sekitar barak pengungsian yang sudah hancur akibat erupsi setahun silam. Di atas kerangka tersebut terdapat kayu-kayu. "Kondisinya sudah hancur tidak bisa dikenali lagi" kata Giyanto, Senin, 10 Oktober 2011.

Kerangka tersebut tampak sebagian hangus seperti terbakar dan mengeluarkan bau busuk menyengat karena masih ada sedikit daging yang melekat.

Meski tak diketahui identitasnya, namun warga menduga kuat kerangka tersebut adalah seorang relawan yang sedang bertugas jaga saat kejadian erupsi Merapi 2010 silam. “Seluruh korban erupsi warga Glagaharjo sudah ditemukan. kami menduga kemungkinan besar ini kerangka relawan karena saat itu banyak relawan bertugas," kata dia.

Karena identitasnya tidak jelas dan juga tak ada laporan warga yang kehilangan, pemerintah desa dan kepolisian pun langsung mengebumikan jenazah tanpa identitas itu di pemakaman umum Besalen Glagaharjo Cangkringan.

Camat Cangkringan Sleman Samsul Bakri menuturkan, sejak erupsi Merapi yang menelan ratusan jiwa 2010 lalu, pihaknya telah intensif melakukan pendataan adanya korban hilang dan belum ditemukan. “Semua laporan kehilangan warga di semua pedesaan sudah ditindaklanjuti, tak ada laporan kehilangan lagi,” kata dia saat dihubungi Tempo.

Sedangkan Kepala Polsek Cangkringan Ajun Komisaris Sudalidjo mengatakan, kondisi kerangka manusia tersebut memang terlalu sulit untuk dikenali lagi. “Dugaannya saat ini masih seorang relawan. Kami hanya membuat surat keterangan dan langsung dikebumikan tanpa identitas," kata dia.

Ditambahkan Sudalidjo, penemuan kerangka manusia di bekas barak pengungsian Glagaharjo lereng Merapi sudah beberapa kali terjadi. Namun, semuanya sudah dalam kondisi rusak tanpa ada identitas.


PRIBADI WICAKSONO