foto

Boediono. ANTARA/Yudhi Mahatma

Boediono Buka Pertemuan ASEAN Soal Kejahatan Transnasional  

TEMPO.CO, Nusa Dua - Wakil Presiden Boediono membuka pertemuan tingkat menteri ASEAN terkait kejahatan transnasional (ASEAN Ministerial Meeting on Transnational Crime) ke-8 yang digelar di Hotel Hyatt, Nusa Dua, Bali, Selasa, 11 Oktober 2011. Boediono dalam pidatonya mengingatkan pentingnya terselenggaranya hukum untuk eksistensi bangsa.

"Kejahatan lintas negara sering terjadi karena adanya celah hukum dan kelonggaran ketertiban antara satu dengan negara lain," ujarnya. Karena alasan inilah, menurut dia, ASEAN harus meningkatkan kerja sama untuk memperkecil celah-celah tersebut.

Dalam jangka panjang, kerja sama di antara negara ASEAN akan mengarah pada pengurangan keberagaman sistem dan standar hukum dan keamanan di kawasan ASEAN. Upaya menuju konvergensi hukum dan keamanan ini penting untuk membangun komunitas ASEAN yang direncanakan terbangun pada 2015 mendatang.

Sekretaris Jenderal ASEAN Surin Pitsuwan mengatakan komitmen negara-negara ASEAN untuk memerangi kejahatan transnasional sudah tertuang dalam kesepakatan kerja sama. Tapi pelaksanaannya memerlukan komitmen dari pemimpin-pemimpin negara. "Penting untuk memiliki peran yang aktif dalam menjaga keamanan," kata Surin.

Kepala Kepolisian RI Jenderal Timur Pradopo yang menjadi ketua pelaksana acara tersebut mengatakan pertemuan ini akan difokuskan untuk menyusun langkah-langkah memerangi terorisme, perdagangan manusia, perdagangan narkotik dan obat terlarang, pencucian uang, kejahatan dunia maya, pembajakan di laut, dan kejahatan ekonomi internasional.

"Juga akan digelar dialog dengan negara mitra, yaitu Cina, Jepang, dan Korea Selatan," katanya. Pertemuan dengan negara mitra juga dilakukan untuk membahas perkembangan terkini kejahatan internasional dan kemungkinan memperkuat kerja sama ASEAN dengan negara mitra.

ASEAN Ministerial Meeting on Transnational Crime ke-8 digelar mulai hari ini hingga 13 Oktober mendatang. Selain dihadiri perwakilan negara-negara ASEAN, pertemuan juga diikuti oleh perwakilan dari tiga negara mitra, yakni Jepang, Cina, dan Korea Selatan.

KARTIKA CANDRA