foto

SBY. ANTARA/Widodo S. Jusuf

Finalisasi ''Reshuffle'' Belum Libatkan Partai  

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono secara maraton masih terus menyelesaikan semua materi terkait dengan perombakan (reshuffle) kabinet. Namun, hingga kini Presiden SBY belum akan melibatkan partai politik dalam pembahasan perombakan tersebut. "Belum ada rencana itu," kata juru bicara Kepresidenan, Julian Aldrin Pasha, melalui pesan pendek, Selasa, 11 Oktober 2011.

Sebelumnya, Presiden SBY secara maraton membahas persiapan perombakan kabinet bersama Wakil Presiden Boediono. Selain itu, SBY juga mengunakan dasar laporan dari Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) dalam menilai kinerja kementerian. SBY juga sempat meminta masukan dari Menteri Koordinator untuk memberikan informasi perkembangan di kementerian yang dikoordinirnya.

Dalam kunjungan kerjanya di Jambi, SBY memastikan akan melakukan perombakan kabinet sebelum 20 Oktober 2011, saat pemerintahannya menginjak tahun ketiga. Saat itu, menurut SBY, perombakan dilakukan sebagai upaya untuk menempatkan orang yang tepat dan pada jabatan yang tepat. Apalagi, capaian kinerja pemerintahan saat ini jauh dari harapan sehingga dibutuhkan konfigurasi baru untuk mengakselerasikan pembangunan.

Beberapa kali, Julian menegaskan tidak mengetahui secara pasti konfigurasi kabinet yang disusun Presiden dan Wakil Presiden. Menurut dia, kewenangan itu sepenuhnya merupakan hak prerogatif Presiden. Ia juga tidak mengetahui berapa menteri yang dirombak maupun yang akan digeser. Ahad lalu, Presiden sempat memanggil sejumlah menteri, yakni dari Partai Keadilan Sejahtera, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik, dan Kepala BKPM Gita Wirjawan.

Namun, salah satu menteri dari PKS, Menteri Komunikasi dan Informasi Tifatul Sembiring menuturkan, pertemuan tersebut tidak menyinggung soal reshuffle, melainkan hanya meminta PKS ikut menahan gejolak politik.

Sementara hari ini, SBY tidak melakukan pemanggilan menteri terkait reshuffle. Presiden menjalankan pemerintahannya di Istana Negara dengan sejumlah agenda internal. "Saya tidak tahu kalau hari ini ada agenda parpol atau pemanggilan menteri," kata Julian. "SBY tetap bekerja dan menjalankan pemerintahan kalau ada menteri yang dipanggil untuk laporan di bidangnya."

Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Politik, Daniel Sparingga, mengatakan Presiden menjalankan tugas seperti biasa. Dia lagi-lagi tidak bisa memastikan soal siapa saja yang masuk dalam daftar reshuffle. "Presiden sedang bekerja di meja oval di dalam Istana Negara. Tidak ada keterangan lain yang bisa saya teruskan pada publik selain kabar bahwa Presiden terlihat penuh energi," katanya.

EKO ARI WIBOWO