foto

TEMPO/Imam Sukamto

Aburizal: Reshuffle Harus Utamakan Kemampuan, Bukan Asal Partai

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie, meminta perombakan (reshuffle) kabinet yang dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono lebih difokuskan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Karenanya, orang-orang yang dipilih harus ditekankan pada kemampuan yang dimilikinya.



"Penekanannya harus pada kemampuan, bukan pada asal partai," ujar Aburizal, usai menjadi pemberi materi dalam dialog kebangsaan Muslimat Nahdatul Ulama, di Hotel Grand Cempaka, Selasa, 11 Oktober 2011.

Menurut pria yang akrab disapa Ical ini, sejauh ini komunikasi antara Partai Golkar dan Presiden SBY berjalan lancar. Termasuk dalam pembahasan reshuffle kabinet. Namun, ia enggan membeberkan lebih jauh hasil komunikasinya bersama SBY. Termasuk ketika ditanya soal nama-nama kader Golkar yang akan masuk dalam jajaran Kabinet Indonesia Bersatu jilid II hasil perombakan. "Kalau soal reshuffle itu tanya saja pada Presiden," ujarnya santai.

Alasannya, menurut Ical, Presiden lah yang akan bekerja bersama menteri-menteri baru. Sehingga Presiden lebih tahu menteri mana yang akan diganti dan mana yang tetap dipertahankan.

Dalam tiga tahun sisa kepemimpinan SBY, Ical menyebut Golkar akan memiliki sikap yang sama sebagai partai pendukung koalisi. Golkar juga akan mendukung setiap upaya pemerintah dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Juru Bicara Presiden, Julian Aldrian Pasha mengatakan, Presiden SBY akan menetapkan pilihan orang-orang yang akan mengisi kabinet berdasarkan simulasi yang dilakukan bersama Wakil Presiden Boediono pada pekan lalu. Presiden Yudhoyono sudah mempertimbangkan orang-orang yang paling pas di posisi-posisi tertentu. Julian pun meminta publik percaya bahwa penyusunan kabinet ini bertujuan untuk mengefektifkan kinerja pemerintahan hingga 2014. 

IRA GUSLINA