foto

ANTARA/Rosa Panggabean

BI Rate Turun Menjadi 6,5 Persen  

TEMPO.CO, Jakarta - Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 0,25 persen menjadi 6,5 persen. Penurunan ini pertama kali dilakukan sejak Februari 2011 lalu.

Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution menjelaskan salah satu pertimbangan penurunan BI Rate adalah perlambatan ekonomi yang mempengaruhi negara berkembang. Akibatnya inflasi menurun menjadi sekitar 4,5-4,6 persen. "BI Rate sebesar 6,75 persen itu terlalu tinggi, maka perlu kami koreksi," kata Darmin dalam jumpa wartawan, Selasa 11 Oktober 2011.

Apalagi BI juga melihat inflasi tahun depan masih akan di bawah 5 persen. Jadi langkah ini sudah merupakan hal yang sewajarnya. Sebab selama ini selisih antara inflasi dan suku bunga acuan tidak besar. Paling tinggi hanya 2 persen.

Dia tidak memungkiri adanya kemungkinan dampak psikologis yang akan menyebabkan keluarnya modal asing dari Indonesia. BI juga sudah mempertimbangkan apakah angka 6,5 persen itu rendah, menarik, atau sangat beralasan.

"Semua akan berhitung, apakah angka 6,5 persen itu menguntungkan atau tidak. Tapi menurut kami lebih beralasan dan memuaskan," kata dia.

Karena itu, dengan perlambatan perekonomian eksternal, sekarang saatnya menjaga pertumbuhan ekonomi di dalam negeri.

EKA UTAMI APRILIA