foto

Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution (kiri), didampingi Deputi Gubernur BI S Budi Rochadi memberi keterangan pers di Jakarta. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

BI Rate Turun, Rupiah Melemah 15 Poin  

TEMPO.CO, Jakarta - Bank Indonesia (BI) yang menurunkan suku bunga patokannya BI Rate 25 basis poin di tengah menguatnya dolar Amerika Serikat (AS) terhadap mata uang Asia kembali mengganjal apresiasi rupiah.

Para pelaku pasar merespon negatif penurunan BI Rate menjadi 6,5 persen sehingga selisih antara suku bunga rupiah dan dolar AS turun 25 basis poin. Walhasil, nilai tukar rupiah hari ini ditransaksikan melemah tipis 15 poin (0,17 persen) menjadi 8.965 per dolar Amerika Serikat (AS).

Analis dari Treasury Bank BNI Nurul Eti Nurbaeti mengungkapkan, selain dampak turunnya suku bunga, pelemahan rupiah kali ini dipicu oleh menguatnya dolar AS terhadap mata uang regional. Dipangkasnya BI Rate membuat imbal hasil dalam mata uang rupiah akan turun membuat mata uang lokal melemah. “Namun, BI Rate di level 6,5 persen ini masih sangat atraktif bila dibandingkan dengan suku bunga The Fed yang hanya 0,25 persen,” paparnya.

Langkah BI memangkas suku bunga kali ini di luar dugaan para analis dan juga dianggap cukup berani di tengah tingginya inflasi di negara kawasan Asia. Selain karena inflasi tahunan (YoY) hingga bulan September lalu berada di bawah lima persen, penurunan BI Rate untuk  menggerakkan sektor riil. Hal itu pula yang memacu pertumbuhan ekonomi sebesar 6,6 persen hingga akhir tahun 2011 dan 6,5 persen di tahun depan.

Yang terpenting saat ini, menurut Nurul, BI harus bisa menjaga volatilitas rupiah supaya ancaman inflasi dari sisi barang impor (imported inflation) bisa terjaga. Karena selain menjaga inflasi, tugas bank sentral adalah menjaga fluktuasi rupiah. Jangan sampai dengan turunnya suku bunga akan memicu tekanan jual di pasar obligasi dan bisa menjadi bumerang bagi rupiah.

Indeks dolar AS terhadap enam mata uang rival utamanya sore ini pukul 17.38 WIB menguat 0,316 poin (0,41 persen) ke level 77,81. Hal ini membuat sebagian mata uang Asia sore ini melemah. Peso Philipina melemah 0,24 persen, bath Thailand turun 0,28 persen, ringgit Malaysia turun 0,7 persen, serta dolar Singapura juga terdepresiasi 0,71 persen. Sedangkan won Korea Selatan sorei ini berhasil menguat 0,58 persen.

VIVA B. KUSNANDAR