foto

Tempo/Arnold Simanjuntak

Indonesia Waspadai Muntahan Barang Impor dari Cina  

TEMPO.CO, Jakarta - Industri dalam negeri terancam oleh membanjirnya produk impor di pasar domestik. Krisis ekonomi di Amerika Serikat dan Eropa menyebabkan penurunan permintaan impor dari kedua wilayah itu, sehingga negara eksportir seperti Cina bakal mengalihkan pasarnya.

"Pasar Indonesia berpotensi menjadi target," kata Direktur Jenderal Industri Basis Manufaktur Kementerian Perindustrian Panggah Susanto di Jakarta, Selasa 11 Oktober 2011. Menurut Panggah, Indonesia yang berpenduduk 240 juta orang sangat berpotensi menjadi sasaran pengalihan pasar negara lain.

Industri mesti menjaga pasar domestik yang menjadi terbesar kedua setelah Cina dan India. Bahkan pasar Indonesia menguasai 50 persen dari seluruh pangsa di kawasan ASEAN. Potensi ancaman terbesar datang dari Cina, salah satu negara industri terkuat dan sekaligus eksportir terbesar ke Amerika dan Eropa.

Karena itu pemerintah secepatnya memproteksi pasar untuk mengurangi arus produk impor ke pasar domestik. "Karena telanjur menyepakati pasar bebas, maka langkah yang bisa dilakukan adalah dengan aturan antidumping, safeguard, dan SNI. "Agar kita tidak jadi sasaran Cina," ujar Panggah lagi.

Menteri Perindustrian MS Hidayat meminta pemberlakuan safeguard diperketat sebagai salah satu langkah melindungi industri dalam negeri. Menurut dia, saat ini negara lain beramai-ramai memproteksi pasar domestik mereka dengan safeguard, seperti Turki yang melakukan gugatan dumping terhadap 20 produk ekspor Indonesia.

Turki menerapkan safeguard dengan menghentikan peredaran produk tersebut saat penyelidikan sedang berlangsung. "Sebaliknya, kita jarang sekali melakukan safeguard. Semestinya kita lebih berani karena sudah ada ketentuannya. Stop dulu saat dilakukan penyelidikan. Jika nanti tidak terbukti bisa dilepaskan kembali," ujar dia.

Ekspor produk dari Indonesia bulan lalu diperkirakan menurun sekitar 5 persen, terutama untuk pasar Eropa dan Amerika Serikat akibat turunnya permintaan. Bahkan diprediksi kemungkinan besar order tahun depan akan dikurangi.

AGUNG SEDAYU