Gita Wirjawan. TEMPO/Imam Sukamto
Topik
BKPM Yakin Investasi Tembus US$ 20 Miliar
TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Gita Wirjawan yakin penanaman modal langsung (FDI) tahun depan akan mencapai US$ 29 miliar. Syaratnya, Indonesia sudah mendapat predikat investment grade dari lembaga rating nasional.
"Kalau kita dapat investment grade, kenaikan FDI bisa 1-1,5 persen dari PDB. Itu satu tahun," ujar Gita, kemarin.
Gita menerangkan, Produk Domestik Bruto Indonesia saat ini sudah mencapai US$ 800 miliar. Bila tahun depan PDB mencapai US$ 900 miliar, ia memperkirakan kenaikan FDI berupa 1 persen dari dari PDB berarti sebesar US$ 9 miliar. Artinya, FDI tahun depan bisa bertambah US$ 9 miliar menjadi US$ 29 miliar.
Ihwal perlambatan ekonomi yang dikhawatirkan oleh sejumlah negara karena resesi global, menurut Gita, tidak berimbas ke realisasi investasi di Indonesia. Ia yakin perekonomian Indonesia akan tumbuh lebih menarik dibanding Eropa dan Amerika.
Direktur Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Perry Warjiyo pernah menyatakan bahwa seiring dengan perlambatan ekonomi global, maka portofolio investasi dan FDI akan terpengaruh. Portofolio investasi paling terpengaruh diperkirakan turun hingga di bawah US$ 10 miliar tahun ini.
Meski begitu, FDI diperkirakan tetap masuk hingga US$ 12 miliar. Dengan asumsi itu, para investor belum mempertimbangkan predikat investment grade.
Mengenai perbedaan prediksi dengan Bank Indonesia ini, Gita menyatakan metode hitungan investasi Bank Indonesia dan BKPM berbeda. "Mereka (BI) pakai metodologi balance of payment. Kalau kita pakai laporan kegiatan penanaman modal oleh PMA yang tidak memakai duit yang didatangkan dari luar negeri atau memakai duit yang mereka sudah ada di sini," terang Gita.
Sedangkan, neraca perdagangan yang dipakai BI hanya mendeteksi dan mengukur aliran dana yang masuk dari luar. "Jadi, kalau saya melihat lebih pure kita," katanya.
FEBRIANA FIRDAUS





