foto

Petugas mengisi bahan bakar Avtur pada pesawat yang akan berangkat dari Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat. TEMPO/Prima Mulia

Silk Air Disambut Semburan Air di Bandung  

TEMPO.CO, Bandung - Semburan air dari dua mobil pemadam kebakaran menyambut pesawat Airbus 319 milik Silk Air. Itulah prosesi ”water salute”, menandai pendaratan perdana Maskapai Silk Air rute Bandung-Singapura di Bandara Husein Sastranegara Bandung mulai beroperasi hari ini (11/10). ”We gave the different option to the market,” kata CEO Silk Air Marvin Tan di sela peresmian beroperasinya layanan itu di Bandung.

Menurut Marvin, Silk Air menawarkan pengalaman penerbangan yang berbeda dengan maskapai lain. Di antaranya adalah layanan untuk mengurus ”boarding pass” bagi penumpang yang hendak melanjutkan perjalanannya dari Singapura menuju rute penerbangan internasional lain. Layanan itu tak hanya bagi penumpang yang hendak memakai jasa maskapai itu, tapi juga penumpang yang hendak meneruskan perjalanan dengan pesawat milik Singapore Airlines. ”We are part of Singapore Arilines,” kata Marvin.

Dengan fasilitas itu, rute Bandung-Singapura, bisa menjadi opsi bagi penumpang internasional yang hendak melanjutkan rute penerbangannya ke negara lain. "Opsi ini, bisa menjadi alternatif penerbangan internasional yang selama ini memanfaatkan Bandara Soekarno Hatta,"kata Marvin.

Marvin menjanjikan, harganya kompetitif dan bisa sewaktu-waktu berubah rute Bandung-Singapura. "Silakan penumpang agar selalu mengeceknya tarif rute itu,"ujarnya. Berapa target penumpang yang ingin diraup dalam layanan ke 9 maskapai itu di Indonesia. ”The higher, the better,” katamua singkat.

Maskapai itu mengoperasikan pesawat Airbus A319 untuk melayani rute penerbangan Bandung-Singapura. Pekan pertama maskapai itu akan melayani penerbangan itu seminggu 3 kali yakni Selasa, Jumat, dan Minggu baik dari Singapura atau Bandung. Per 30 Oktober, jadwal penerbangan rute itu akan ditambah menjadi 5 kali sehari.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat Dicky Saromi, keselamatan penerbangan harus jadi perhatian utama. ”Penerbangan Silk Air ini kabar baik bagi kita semua, karena kini punya lebih dari satu pilihan layanan penerbangan sehingga kualitas layanan penerbangan udara bisa lebih baik,” katanya.

Komandan Lanud TNI AU Husein Sastranegara Kolonel Umar Sugeng Haryon juga menyambut baik layanan ini. Menurutnya, saat ini bandara itu dalam sehari rata-rata melayani 50 kali penerbangan pesawat baik sipil dan militer dari 15 operator penerbangan yang ada. Sementara, kapasitas maksimal bandara itu baru mampu melayani 75 penerbangan dalam sehari. Persoalannya, pada radio pengatur lalu lintas pesawat di Air Traffic Control bandara itu usianya sudah tua. ”Kami hanya bisa mengoperasikan mulai dari pukul 6 pagi sampai pukul 6 sore,” katanya.

Tahun depan, PT Angkasa Pura II bersama TNI AU akan mengganti alat komunikasi untuk memantau lalu lintas penerbangan di bandara itu. TNI AU akan menyediakan tower baru, dan peralatannya akan dipasok oleh PT Angkasa Pura. Dengan alat baru itu komunikasi lalu lintas penerbangan bisa dilayani 24 jam sehari, sehingga pesawat yang dilayani bisa lebih banyak.

Rute Bandung-Singapura saat ini baru dilayani oleh maskapai Air Asia Indonesia yang terbang setiap hari. Selepas Silk Air, Garuda Indonesia rencananya akan membuka rute itu juga. Sayangnya, menurut Manajer Operasional PT Angkasa Pura II Bandara Husein Sastranegara Sutrisno, maskapai Garuda baru mengurus izinnnya. ”Belum ada kepastian tanggal mereka beroperasi,” katanya.

AHMAD FIKRI