Memperbaiki rumput yang rusak di Glora Bung Karno. TEMPO/Eko Siswono Toyudho
Topik
Infografis
Laga Melawan Qatar Sepi Penonton
TEMPO.CO, Jakarta - Suara bising terompet yang kerap membahana di Stadion Utama Gelora Bung Karno kurang terasa, Selasa malam, 11 Oktober 2011, saat Indonesia melawan Qatar. Tak seperti sebelumnya, pertandingan Pra Piala Dunia kali ini kurang diserbu penonton.
Sekitar 30 menit menjelang pertandingan, calon penonton yang ingin memasuki area tribun masih bisa leluasa mencari posisi yang tepat untuk menyaksikan laga lanjutan kualifikasi Pra Piala Dunia 2014. Inilah laga kandang kedua yang pernah dilakoni Bambang Pamungkas dan kawan-kawan di sepanjang Babak Penyisihan Grup E. Sebelumnya, pada laga melawan Bahrain 6 September lalu memang masih tersisa ribuan tiket di masing-masing kelas.
Namun, apa yang terjadi selanjutnya justru kebalikannya. Hanya 8.300 tiket yang laku terjual. Kebanyakan merupakan tiket kategori VIP Barat dan VIP Timur, sementara sisanya menyisakan ruang yang sangat besar. Dengan animo penonton seperti itu, para calo tiket serta penjual kaos dan atribut suporter tim nasional harus mau merugi.
Jajang, salah satu calo tiket, hanya bisa terduduk lemas di samping Hotel Atlet Century. "Saya bingung kali ini susah menjual tiket timnas," katanya. Dengan tak bersemangat, Jajang pun mencoba menjajakan tiket yang sudah dibelinya kepada orang-orang yang lalu lalang. Namun, mereka tidak berminat sama sekali.
Begitu juga halnya dengan para penjaja baju di area sekitar pagar SUGBK. Mereka pun mengobral dagangannya agar bisa laku dijual. Beberapa bahkan memilih untuk meneriakkan langsung harga kaos merah dengan siluet gambar burung Garuda yang merupakan imitasi kaos seragam timnas.
Sejak hari pertama penjualan tiket pada akhir pekan lalu, antusiasme pembeli memang sudah tidak tinggi. Bisa jadi, kekalahan yang sudah dialami Indonesia di dua laga penyisihan Grup menjadi penyebabnya. Selain itu, pendukung fanatik Persija Jakarta yang dikenal dengan sebutan Jakmania juga melakukan aksi protes. Mereka tidak mau mendukung langsung tim kesayangannya di stadion sebagai bentuk protes kepada Kepengurusan PSSI saat ini.
EZTHER LASTANIA





