foto

REUTERS/Mike Stone

Roddick: Pemain Komplain ATP Soal Kompetisi  

TEMPO.CO, Shangai -- Jika kompetisi basket NBA menghadapi masalah terkait tuntutan pemain mengenai masalah nilai kontrak dengan klub mereka, cabang tenis lapangan menyimpan masalah lain. Andy Roddick, 19 tahun, petenis asal Nebraska, Amerika Serikat, mengkritik musim kompetisi yang digelar Association of Tennis Professionals terlalu padat dan panjang.

Roddick merupakan salah satu dari tiga pemain internasional yang menyuarakan hal sama, yaitu Rafael Nadal dan Andy Murray. Ketiganya menilai kondisi lapangan semakin kurang terawat dan padatnya jadwal pertandingan. Sebagai contoh, Nadal pernah harus bertanding tiga kali dalam tiga hari berturut-turut dalam US Open baru-baru ini.

Para petenis top internasional berencana mencari alternatif solusi di Shanghai pekan ini. "Kami harus menyuarakan hal ini agar terjadi perubahan," kata Roddick.

Menurut Roddick, kekecewaan para pemain sebenarnya telah bertumpuk selama ini. Meski begitu, ia menilai, melakukan protes secara vulgar, misalnya dengan menduduki kantor pengurus ATP, sebagai hal reaktif untuk dilakukan saat ini. "Tapi memang ada sentimen ke arah itu."

Andy Murray merupakan salah satu pemain tersibuk saat ini. Ia memenangkan dua turnamen berturut-turut sebelum berangkat ke Shanghai. Rafael Nadal juga langsung melanjutkan kompetisi seusai turnamen Japan Open.

Menurut Roddick, salah satu poin penting yang perlu direalisasikan adalah membentuk serikat pemain, seperti halnya pada cabang olahraga pro lainnya. Bahkan, Murray melontarkan ancaman bahwa mogok tanding bisa saja segera terjadi jika masalah jadwal pertandingan yang padat dibiarkan terkatung-katung.

Novak Djokovic mundur dari Shanghai Open setelah mengalami cedera punggung. Sedangkan Federer beristirahat enam pekan untuk memulihkan stamina. Federer terbang ke Australia dalam hitungan hari untuk bermain dalam Davis Cup setelah kalah di U.S. Open.

Roddick menilai, mundurnya Djokovic dan liburnya Federer menunjukkan bahwa para pemain top internasional membutuhkan istirahat mencukupi seusai U.S. Open. "Jika mereka merasa sehat-sehat saja dan tidak kecapean, tentu mereka akan ikut Shanghai Open ini."

AP | BUDI RIZA