Topik
Jack Spearrow Memburu Harta Karun Gondomanan
TEMPO.CO, Jakarta - Berbekal selembar kain, Jack Spearrow (diperankan Agus Santoso) meloloskan diri dari kejaran para perompak. Mula-mula ia berdiri di atas meja. Kedua tangannya mengangkat kain tinggi-tinggi hingga menutup tubuh. Nahas, upayanya untuk melarikan diri tercium. Tiga perompak, anak buah Kanjeng Bobby Blanco yang memburunya, langsung membungkus tubuhnya dengan kain. Hap, tubuh Jack tergulung kain.
“Bakar! Bakar! Bakar!” mereka berseru kegirangan. Sesaat kemudian algojo berjubah hitam dengan topeng penutup muka datang. Dengan obor di tangan, dia siap membakar. Tubuh di balik kain kian blingsatan. Dia berontak. Sebelum melakukan aksinya, sang algojo membuka topengnya. Sim salabim, ternyata dialah Jack. Lantas siapakah orang di balik kain? Ternyata isinya orang lain. Pembungkus dibuka, dan sudah berganti orang lain.
Adegan sulap itu menjadi satu bagian dari pementasan Magic Teater berjudul Harta Karun Gondomanan yang ditampilkan Jack Spearrow’s Management di Gedung Pertunjukan Societet Taman Budaya Yogyakarta, Sabtu malam, 8 Oktober 2011. Magic Teater adalah sebuah seni pertunjukan yang menggabungkan sulap dan teater. “Delapan puluh lima persen sulap, 15 persen seni peran,” kata sutradara pementasan Abimanyu Prasastia Perdana.
Aktor utama dalam pementasan itu adalah Jack Spearrow. Bercelana jins belel dan bersepatu bot hitam, dia berpakaian putih dilengkapi rompi hitam. Menenteng tas batik kemana-mana, kepalanya selalu berblangkon. Karakternya nakal dan liar tapi kocak. Dia menjelajah Pulau Gondomanan untuk memburu sekotak harta karun.
Upaya pencarian harta karun itu tak berjalan mulus. Jack harus berhadapan dengan penguasa pulau, Kanjeng Bobby Blanco, dan anak buahnya yang terkenal jahat. Sekilas, cerita dan nama lakon utama langsung mengingatkan penonton pada sebuah film The Pirates of Caribbean yang dibintangi Johny Depp. Namun Abimanyu membantah jika dianggap menjiplak. “Suatu kebetulan saja, tapi tak apalah penonton tetap bebas mengartikannya,” kata dia.
Sepanjang satu setengah jam pementasan, sulap terasa begitu mendominasi penampilan. Sosok Jack yang liar selalu berhasil lolos dari sergapan anak buah Bobby Blanco. Kuncinya, Jack selalu menggunakan trik sulap yang dikuasai untuk mengelabui dan memperdaya musuhnya. Misalnya dalam satu adegan anak buah Bobby mendadak lupa terhadap niatnya menangkap Jack.
Mereka dibuat terpesona oleh adegan sulap yang dimainkan Jack. Dari menuang air dari botol ke dalam gelas tanpa menyentuh gelasnya. Atau buku yang dibukanya mendadak menyemburkan api. Hingga koran yang sudah tersobek-sobek berubah menjadi utuh kembali. Jack, dan trik sulapnya, memang memukau.
Namun sebagai pementasan teater, permainan peran dalam pementasan itu terasa kurang “menggigit”. Dialog dan aktingnya terkesan kaku. Tiap babak yang mengisahkan babak-babak jalan cerita cenderung tak fokus. Abimanyu mengakui seni peran memang jauh dari yang diharapkan.
Dengan persiapan pementasan hanya dua bulan, 12 orang pemainnya belum sepenuhnya matang dalam berteater. Selain pemeran Jack Spearrow dan Bobby Blanco (kata "blanco" merupakan plesetan dari julukan Bobby Blankon), 10 pemain lain adalah Rizky Irwan Wijaya, Ajeng Anandias, Ikhwanus Shafa, Ita Lufiana, Andi Aziz, Ark D.Misterio, Mario Belle Bau, Anwarudin Wijaya, Beca, serta Abimanyu sendiri. “Masih dalam tahap eksplorasi, ini penampilan (teater) kami yang perdana,” kata dia.
Jack Spearrow’s Management merupakan satu divisi yang dibentuk oleh sebuah kelompok teater bernama Anak Muda Bicara Teater. Divisi itu memiliki sebuah Magic Shop, yang bergerak di bidang penjualan alat sulap dan aktif mementaskan sulap untuk hiburan, pendidikan bahkan bisnis. Tujuannya untuk menyokong pendanaan kelompok teater mereka. “Seperti sama-sama tahu, di teater kan tidak ada duitnya,” kata Abimanyu.
Lantas apa harta karun Gondomanan yang sedang diburu Jack? Alih-alih emas, intan, dan permata, harta karun itu ternyata sebuah pesan, yakni kebebasan dan kemerdekaan warga Yogyakarta dalam menentukan keistimewaan bagi daerahnya. “Ini memang respons tentang RUUK DIY,” kata Abimanyu.
ANANG ZAKARIA





