foto

TEMPO/Hariandi Hafid

Ebiet G. Ade dan Koes Ploes Promosikan Wisata Bangli

TEMPO.CO, Bangli - Kementerian Budaya dan Pariwisata menggelar Festival Danau Batur di Desa Kadisan, Danau Batur, Kintamani, Kabupaten Bangli, pada 10-11 Oktober 2011. Selama dua hari pelaksanaannya, beragam acara digelar. Di antaranya pameran hasil kerajinan, lomba koki lokal, lomba perahu kano, lokakarya pariwisata, serta pentas musik yang menampilkan Ebiet G. Ade dan Koes Plus.

Festival Danau Batur yang untuk pertama kalinya digelar itu dibuka oleh Menteri Budaya dan Pariwisata Jero Wacik pada hari ini, Selasa 11 ktober 2011. Kegiatan ini dilakukan untuk mempromosikan kembali potensi pariwisata Bali bagian utara.

Selama ini konsentrasi kunjungan wisatawan lebih banyak di Bali bagian selatan dengan wisata pantainya. Padahal potensi wisata Bali bagian utara tidak kalah menarik. Pelaksanaan festival ini didorong oleh Jero Wacik agar semakin banyak kegiatan promosi di Bali.

Saat ini Bali memiliki 17 kegiatan promosi tahunan yang telah masuk 100 agenda kegiatan pariwisata nasional. “Kami akan mendorong daerah yang belum memiliki festival. Bangli harus memiliki festival promosi pariwisata,” kata Jero.

Pariwisata Bangli selama beberapa tahun belakangan mengalami keterpurukan. Sebagian besar industri pariwisata di Bangli mati suri dan harus gulung tikar akibat jumlah kunjungan wisatawan ke Bangli terus berkurang. Aktivitas promosi dan atraksi untuk wisatawan sangat minim. Terlebih lagi sejumlah obyek wisata di Bangli di-blacklist oleh biro perjalanan.

Danau Batur, kata pria asal Bangli ini, harus dimunculkan dengan menggelar sebuah kegiatan promosi. “Kenapa tidak membuat festival yang lokasinya di danau. Itu sangat luar biasa untuk menarik wisatawan datang ke Bangli,” kata Jero. Dia membandingkan Bangli dengan Sentani yang telah melaksanakan Festival Danau Sentani beberapa waktu lalu.

Menurut Jero, semua seni dan potensi di Bangli bisa ditampilkan dan diperkenalkan kepada wisatawan dalam festival tersebut. Sampai saat ini hanya Bangli yang belum memiliki kegiatan promosi yang tercatat di agenda nasional.

AMIRULLAH