Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Jero Wacik. (TEMPO/Mazmur Sembiring)
Topik
Jero Wacik Dorong Wisatawan Kunjungi Danau Batur
TEMPO.CO, Bangli - Menteri Budaya dan Pariwisata Jero Wacik berharap Danau Batur di Kintamani, Bali, kembali menjadi tujuan utama kunjungan wisata. Dia menargetkan setiap wisatawan yangmengunjungi Bali juga akan singgah ke Danau Batur.
Menurut Jero Wacik, Danau Batur memilliki kaldera yang sangat indah dan tidak kalah dengan tempat wisata lainnya di Bali. Karena itu pihaknya ingin mendorong agar kunjungan wisatawan ke Batur kembali meningkat. "Targetnya seluruh wisatawan yang ke Bali juga mengunjungi Batur, baik wisatawan domestik maupun asing," kata Jero Wacik saat pembukaan acara Festival Danau Batur di Desa Kedisan, Batur, Selasa 11 Oktober 2011.
Danau Batur adalah obyek wisata yang berada di Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali. Berdasarkan data dari Dinas Budaya dan Pariwisata Bangli, pada 2010 kunjungan wisatawan yang berkunjung ke Bali sekitar 2,5 juta orang. Dari jumlah itu yang berkunjung ke Kintamani hanya sekitar 410 ribu wisatawan atau sekitar 16,42 persen dari total wisatawan.
Tren penurunan kunjungan wisatawan ini mulai terlihat sejak 2002. Pada 2001, dari sekitar 1,3 juta wisatawan yang berkunjung ke Bali, wisatawan yang berkunjung ke Kintamani sekitar 550 ribu orang atau sekitar 40 persen. Namun pada 2002, dari 1,2 wisatawan cuma 322 ribu atau 25 persen yang berkunjung ke Kintamani. Konsentrasi kunjungan wisata ke Bali lebih banyak terfokus di Bali bagian selatan dengan obyek wisata laut dan pantainya.
Untuk meningkatkan jumlah wisatawan ke Kintamani, Kementerian Budaya dan Pariwisata bekerja sama dengan pemerintah setempat mengadakan Festival Danau Batur. Festival ini diadakan selama dua hari pada 10-11 Oktober 2011. Tujuannya adalah mempromosikan obyek wisata Kintamani dan sekitarnya untuk meningkatkan kunjungan wisatawan. Festival yang baru pertama kali digelar ini dilakukan dengan menampilkan kesenian tarian Sekar Sandat, tarian Kang Cing Wi, serta penampilan Koes Plus dan Ebiet G. Ade. Sejumlah lomba juga digelar, seperti lomba perahu kano, festival makanan, serta fruit carving.
AMIRULLAH





