TEMPO/Amston Probel
Topik
Infografis
Amankan Jamaah haji, Puluhan Anggota TNI-Polri Dikirim ke Saudi
TEMPO.CO, Surabaya - Kementerian Agama mengirim puluhan tenaga keamanan untuk menjaga para calon jemaah haji selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya aksi pencurian maupun perampokan seperti yang beberapa waktu lalu menimpa salah satu calon jemaah. Petugas keamanan yang dikirim itu termasuk dari TNI maupun Kepolisian RI.
"Kita sudah kirim 50 orang dari TNI, Polri, juga Pramuka untuk jaga. Tentu jumlah itu tidak memadai, tapi kami tetap berupaya dan minta bantuan Kerajaan Arab," kata Menteri Agama Suryadharma Ali seusai menghadiri pertemuan dengan ribuan Modin asal Jawa Timur di Islamic Centre Surabaya, Selasa siang, 11 Oktober 2011.
Menurut Suryadharma, kasus pencurian maupun perampokan terhadap calon jemaah haji asal Indonesia bukan tahun ini saja terjadi, melainkan sudah sejak tahun lalu. Ironisnya, setelah tertangkap, pencurinya ternyata orang Indonesia yang bekerja di Arab Saudi.
Karenanya, Suryadharma yang juga Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan ini berharap kepada seluruh calon jemaah untuk tidak membawa benda-benda berharga selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Dia juga meminta petugas keamanan disana selalu berkoordinasi dengan Kerajaan Arab Saudi.
Sedangkan soal penyediaan makan katering bagi jemaah haji, Kementerian Agama tahun ini menyediakan dua macam, yaitu makanan di dalam kardus serta prasmanan. Untuk makanan kardus disediakan khusus bagi jemaah selama berada di Madinah. Selebihnya, makanan diberikan dalam bentuk prasmanan. "Untuk yang boks (kardus) risikonya basi, tapi boks itu gampang distribusinya. Kalau yang prasmanan memang risikonya harus mengantre panjang," kata dia.
Surya juga menyinggung soal kuota haji tahun ini. Ia memastikan dengan penambahan kuota haji kali ini, seluruh jemaah haji bisa diberangkatkan ke Tanah Suci. Dia juga memastikan tak ada kuota tambahan yang tidak berangkat. Karena lewat kuota tambahan ini, pemerintah juga telah menyediakan pesawat khusus. "Tahun ini juga tidak ada yang namanya jual beli kursi, isu jual beli kursi kalau ada, laporkan ke polisi. Tidak ada jual beli kursi di Kementerian Agama," kata dia.
FATKHURROHMAN TAUFIQ





