foto

Dicky Chandra. Foto: Facebook

Pertanyakan Nasib Diky Candra, Kepala Desa Datangi Gedung Sate

TEMPO.CO, Jakarta - Puluhan kepala desa yang mengklaim mewakili semua desa di Garut mendatangi Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat. ”Kami minta kejelasan (apakah) permintaan pengunduran diri Diky Candra (Wakil Bupati Garut) sudah diproses atau belum,” kata Ketua Apdesi Garut, Asep K. Hamdani, di Bandung, Selasa, 11 Oktober 2011.

Ada 42 kepala desa dari masing-masing kecamatan di Garut yang sengaja menyambangi Gedung Sate. Asep mengaku, kedatangan para kepala desa itu mewakili 400 kepala desa di Garut yang resah soal proses pengunduran diri Diky.

Menurut Asep, kedatangan para kepala desa itu untuk meminta kepastian itu. ”Apapun keputusannya, kami minta kejelasan,” katanya.

Roy Rizal, Koordinator Aliansi Masyarakat Garut yang ikut rombongan kepala desa itu mengatakan, dengan belum adanya kepastian soal keputusan pengunduran Diky Candra itu, dikhawatirkan berimbas pada soal penyusunan anggaran Pemerintah Garut. ”Ini bukan dukung-mendukung, kami mau Garut ini kondusiflah,” katanya.

Menjawab pertanyaan itu, Kepala Sub Bagian Pelayanan Internal dan Eksternal, Biro Hubungan Masyarakat, Protokol, dan Humas Pemerintah Jawa Barat Retno Muliyani mengatakan, surat permintaan mundur itu sudah diteruskan ke gubernur. ”Saya yakin ini sudah sampai,” katanya.

Retno membacakan petikan surat itu. Di antaranya, salah satu poin itu menyebutkan keputusan DPRD soal permintaan mundur Diky tidak secara eksplisit menyebutkan menerima atau menolak pengunduran diri wakil bupati itu.

Pekan lalu, surat itu sudah dikirimkan gubernur pada Menteri Dalam Negeri. Saat itu, Asisten Bidang Pemerintahan, Hukum, dan HAM Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat, Herri Hudaya, mengatakan pihaknya menambahkan penjelasan ihwal permintaan mundur Diky.

Masalahnya, papar dia, struktur surat yang dikirim oleh DPRD Garut, berikut lampirannya bisa membingungkan. ”Supaya tidak bingung, dikasih penjelasan sedikit,” katanya.

AHMAD FIKRI