foto

Unjuk rasa warga Papua menuntut merdeka di depan Kantor Majelis Rakyat Papua, di Abepura, Jayapura. TEMPO/ JERRY OMONA

Ribuan Warga Papua Tuntut Merdeka

TEMPO.CO, Jayapura - Ribuan warga Papua memadati wilayah Kotaraja, depan Kantor Majelis Rakyat Papua, di Abepura, Jayapura, menuntut merdeka, Selasa 11 Oktober 2011.

Wakil Ketua Komite Nasional Papua Barat, Mako Tabuni, mengatakan kemerdekaan Papua, seperti bangsa lain yang bebas dari penjajahan, harus diberikan Pemerintah Indonesia. "Kemerdekaan telah dicapai pada 1969. Papua tetap akan menuntut ini sampai mati," kata Mako, Selasa sore.

Ribuan warga membawa spanduk yang bertulisan referendum bagi Papua. Unjuk rasa ini merupakan tindak lanjut dari demonstrasi belasan ribu warga Papua Juni 2010 lalu. Dalam setahun terakhir, kurang lebih belasan unjuk rasa digelar menuntut kemerdekaan.

Puluhan aparat dari Kepolisian Jayapura mengawal unjuk rasa sore ini. Sebuah mobil barracuda dengan moncong senjata mengarah ke pengunjuk rasa siap bila terjadi sesuatu. "Kami tidak akan takut dengan apa pun. Demo ini damai. Kami tidak akan anarkis," ujar Mako.

Dari pantauan Tempo, akibat unjuk rasa, lalu lintas menuju Kota Jayapura dari Abepura macet. Pengendara harus memutar dan mengantre perlahan-lahan. Unjuk rasa ini juga dikawal Pasukan Penjaga Tanah Papua berbaret biru. "Sudah cukup Indonesia berada di Papua, sudah saatnya kita mengakhiri," tutur Mako lagi.

Pendemo meneriakkan yel-yel "Papua" dan disambut dengan kata "merdeka". Hingga sore ini unjuk rasa masih terus berlangsung. "Kami berharap tidak anarkis dan berjalan aman dan lancar," kata Komisaris Arie Sandy Z. Sirait.

JERRY OMONA