foto

Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda Lampung. TEMPO/Arie Basuki

Indahnya Wisata Lampung 2011 Dipamerkan

TEMPO.CO, Bandar Lampung - Pemerintah Provinsi Lampung akan menggelar Pasar Pariwisata Indonesia atau Tourism Indonesia Mart and Expo (TIME) 2011 mulai 12-14 Oktober 2011.

Agenda yang mempertemukan pembeli dan penjual pariwisata dalam dan luar negeri itu akan berbarengan dengan Festival Krakatau ke-21. “Hajatan itu akan menjadi sangat meriah dan bisa menjadi gairah baru dunia pariwisata di Lampung,” kata Joko Umar Said, Wakil Gubernur Lampung, Selasa 11 Oktober 2011.

Joko mengatakan pada dua agenda besar itu pihaknya akan lebih banyak melibatkan peran masyarakat untuk menikmati setiap menu gelaran budaya dan seni. Acara TIME 2011 sendiri akan dipusatkan di Hotel Novotel selama tiga hari. “Kami akan menjual potensi wisata secara langsung,” ujar dia. Misalnya mengajak turis asing menikmati pesta budaya, festival layang-layang, hingga berkunjung ke Gunung Anak Krakatau.

Dia memprediksi kunjungan ke Gunung Anak Krakatau akan menjadi agenda yang ditunggu-tunggu oleh para turis dan 20 duta besar karena berbarengan dengan peningkatan aktivitas gunung di Selat Sunda itu. Para turis dan warga Lampung akan diajak mengelilingi Gunung Anak Krakatau dengan menggunakan kapal. “Tapi, untuk agenda itu kami masih harus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan dan Mitigasi Bencana Vulkanologi Lampung agar tidak membahayakan wisatawan,” kata dia lagi.

Pemerintah Lampung akan memanfaatkan agenda pasar pariwisata Indonesia itu untuk menjual berbagai pernik pariwisata kepada pembeli, biro perjalanan, dan perusahaan yang hendak mengelola obyek wisata. Ajang bursa wisata itu diyakini akan lebih memperkenalkan wisata khas Lampung dari segi seni tari, laut, hutan, danau, desa adat, hingga Taman Nasional Way Kambas. “Seperti biasa, gajah akan selalu menjadi daya tarik sendiri bagi turis asing,” ujarnya.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau Andi Suardi mengatakan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau telah menurun. Meski begitu pihaknya belum menurunkan status dari level siaga ke waspada. “Sebenarnya Gunung Anak Krakatau masih aman jika dilihat dari radius di atas dua kilometer. Gas beracun dan abu vulkanik tidak akan menjangkau jarak sejauh itu,” kata dia lagi.

NUROCHMAN ARRAZIE