foto

TEMPO/Seto Wardhana

Penurunan BI Rate Pulihkan Kepercayaan Investor  

TEMPO.CO, Jakarta - Positifnya bursa regional dampak pembelian saham yang dilakukan oleh Pemerintah Cina kembali menopang kenaikan indeks. Diturunkannya suku bunga acuan BI Rate 25 basis poin menjadi 6,5 persen kembali menjadi lokomotif penguatan bursa domestik.

Pada perdagangan sesi pertama, Rabu, 12 Oktober 2011, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia kembali naik 61,09 poin (1,73 persen) ke level 3.592,843.

Harga 160 saham naik, 42 saham turun, serta 61 saham lainnya stagnan dan investor asing mencatat pembelian bersih Rp 298,8 miliar. Volume transaksi mencapai 3,8 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 3,1 triliun, serta frekuensi 78,9 ribu kali.

Turunnya BI Rate serta antisipasi keluarnya laporan keuangan emiten triwulan ketiga 2011 mampu memulihkan kepercayaan investor untuk kembali melakukan akumulasi saham–saham unggulan. Sebelumnya, kekhawatiran masalah utang Yunani telah memicu kepanikan jual investor hingga indeks sempat menyentuh level 3.200.

Analis dari PT Millenium Danatama Sekuritas, Abidin mengungkapkan, perhatian investor saat ini tertuju pada musim keluarnya laporan keuangan sehingg diharapkan bisa menjadi sentimen positif bagi pergerakan indeks.

Menguatnya bursa regional membuka peluanga indeks untuk melanjutkan kenaikan kemarin dengan target berikutnya di 3.620. “Namun demikian, investor juga harus mewaspadai terjadinya aksi ambil untung setelah indeks naik cukup kencang dalam tiga hari ini,” tutur Abidin.

Saham–saham yang mendongkrak indeks kali ini, antara lain Bank BCA (BBCA) menguat Rp 250 ke Rp 8.000, Gudang Garam (GGRM) melonjak Rp 2.150 ke Rp 58.150, United Tractor menguat Rp 650 ke Rp 22.150, Tambang Bukit Asam (PTBA) naik R 1.000 ke Rp 16.100, serta Indocement juga naik Rp 600 menjadi Rp 14.200 per saham.

VIVA B. KUSNANDAR