Para pialang saham di Bursa Efek Hong Kong, berdoa untuk 2.039 korban tewas akibat gempa di pedalaman Tibet pekan lalu. AP Photo
Topik
Infografis
Pemerintah Cina Borong Saham, Bursa Asia Menguat
TEMPO.CO, Shanghai - Harga saham di bursa Asia kembali menguat setelah adanya spekulasi bahwa pemerintah Cina akan meningkatkan dukungannya di pasar saham karena harga saham Cina sudah sangat rendah.
China Minsheng Banking Corp, saham perbankan swasta Cina, harganya melonjak 4,5 persen di bursa Hong Kong. Tencent Holding Ltd, perusahaan Internet dengan pendapatan terbesar, menguat 2,8 persen. Sedangkan Esprit Holding Ltd, saham perusahaan ritel pakaian yang pangsa pasarnya 80 persen ke Eropa, jatuh 8 persen karena memuncaknya kecemasan krisis utang Eropa.
Indeks MSCI Asia pasifik menguat tipis ke 115,64 hingga pukul 13.44 siang waktu Tokyo, di mana sebelumnya turun 1,3 persen di tengah ketidakpastian dana bailout yang direvisi akan disahkan.
“Langkah pemerintah ini memicu spekulasi bahwa saham Cina saat ini masih undervalue,” kata Wu Kan, manager pengelola dana dari Dazhong Insurance Co. Hal ini bisa menjadi titik terang dan bisa meningkatkan kepercayaan investor untuk kembali memburu saham.
Bursa Hong Kong siang ini menguat tipis 0,6 persen, sedangkan bursa Shanghai melonjak 2,2 persen. Bursa Shanghai sepanjang tahun ini telah turun 15 persen dengan rasio harga terhadap laba (PER) 11 kali dan mencapai rekor terendahnya sebesar 10,8 kali pada 10 Oktober kemarin.
Bursa India siang ini juga menguat 1,33 persen, bursa Singapura menguat 0,33 persen, serta bursa Seoul juga naik 0,21 persen. Sedangkan bursa Tokyo siang ini turun 0,4 persen, bursa Australia melemah 0,5 persen, serta bursa Selandia baru juga melemah 2,1 persen.
BLOOMBERG | VIVA B. KUSNANDAR





