foto

TEMPO/Aditia Noviasnyah

PLTU Indramayu Sokong Pasokan Listrik Jawa Barat

TEMPO.CO, Indramayu - Direktur Utama PT PLN (Persero), Dahlan Iskan, memastikan beroperasinya Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Indramayu sangat signifikan untuk menyokong pasokan listrik di Jawa Barat.

Dia memaparkan, selama musim kemarau ini, Pembangkit Listrik Tenaga Air Saguling dan Cirata yang biasa diandalkan PLN untuk memasok listrik tidak dapat beroperasi optimal. "PLN bisa kehilangan listrik sampai 800 Megawatt untuk Jawa Barat," ujarnya, dalam peresmian PLTU Indramayu, Rabu, 12 Oktober 2011.

Oleh karena itu, PLN terus berupaya mempercepat PLTU Indramayu dapat beroperasi secara penuh untuk menghindari pemadaman bergilir. PLTU Indramayu terdiri dari 3 unit dengan kapasitas masing-masing sebesar 330 Megawatt. Pembangkit listrik ini merupakan bagian dari percepatan program 10 ribu megawatt tahap pertama.

PLTU Indramayu dikerjakan sejak 2007 bekerja sama dengan kontraktor pelaksana dari konsorsium China National Machinery Industri Corp (SINOMACH), China National Electric Equipment Corp (CNEEC) dan PT Penta Adi Samudra. Nilai kontrak atau investasi untuk PLTU ini sebesar US$ 766,40 juta dan Rp 1,65 triliun dengan asal pendanaan berasal dari Consortium of China Construction Bank serta Konsorsium Bank Lokal Indonesia seperti BNI, BCA, Mandiri, dan BRI.

Kebutuhan batu bara untuk menyalakan pembangkit ini diperkirakan mencapai 4,2 juta ton per tahun. Batu bara dipasok dari Kalimantan dan Sumatera yang disuplai dari sejumlah perusahaan, di antaranya PT Arutmin Indonesia, PT Kaltim Prima Coal, PT Bukit Asam, PT Kideco Jaya Agung.

Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Rajasa, menyampaikan bahwa pasokan listrik dari PLTU Indramayu akan mendorong pertumbuhan industri, terutama di Jawa dan Bali.

Ketika pasokan listrik kurang, pertumbuhan industri manufaktur hanya berkisar 2 sampai 2,5 persen. Namun, dengan pasokan yang mendukung, pertumbuhan industri manufaktur bisa mencapai 6,6 persen.

Hatta juga menyatakan dengan beroperasi penuhnya PLTU Indramayu dapat mengurangi beban subsidi listrik pemerintah dan ketergantungan konsumsi BBM PLN. "Akselerasi 10 ribu Megawatt adalah kunci,setiap keterlambatan adalah beban subsidi. Setiap percepatan mampu mengurangi konsumsi BBM," katanya.

GUSTIDHA BUDIARTIE