Jumlah Pengangguran Inggris Naik Drastis

TEMPO.CO, London - Jumlah pengangguran di Inggris hingga Agustus lalu naik hingga 2,57 juta atau memecahkan rekor sepanjang 17 tahun terakhir. Kantor Statistik Nasional Inggris (ONS) mengatakan angka ini naik 8,1 persen ketimbang bulan sebelumnya yang mencapai 7,9 persen.

Dari angka itu, pengangguran usia 16 hingga 24 tahun mencapai 991 ribu. Jumlah orang yang kehilangan pekerjaan naik dari 17.500 menjadi 1,6 juta pada bulan September, sedangkan jumlah pekerja paruh waktu berkurang 175 ribu orang.

Sekretaris Ketenagakerjaan Inggris, Chris Grayling, mengatakan, hal buruk yang menimpa negaranya saat ini merupakan imbas krisis keuangan internasional. Meski Inggris tak masuk dalam jajaran pengguna mata uang euro, toh nyatanya juga tak kebal terhadap masalah-masalah seperti yang dialami negara pengguna euro.

Ia pun tak menampik adanya kritik para analis terhadap kebijakan pemerintah untuk mengurangi defisit sehingga pertumbuhan ekonomi terhambat.
"Tapi alasan penting pengurangan defisit ialah mempertahankan kepercayaan pasar," ujarnya seperti dikutip BBC.

Brendan Barber, Sekretaris Jenderal Kamar Dagang Inggris (TUC), menyatakan pendapat bahwa kondisi ini merupakan hal yang mengerikan. "Upaya penghematan pemerintah telah berubah menjadi krisis pengangguran. Ini hari-hari paling gelap dari resesi." ujarnya. Akibat masalah ini, mata uang poundsterling diperkirakan akan tertekan oleh euro dan dolar Amerika.

Namun analis RBS, Ross Walker, mengatakan, hal ini tak perlu dikhawatirkan secara berlebihan. Meski ada pengurangan tenaga kerja besar-besaran, lebih dari separuhnya merupakan tenaga paruh waktu. "Pekerja full time hanya turun 2 ribu orang kuartal lalu, masih lebih rendah ketimbang 2010," kata dia.

FERY FIRMANSYAH