Jemaah haji berjalan menuju pesawat yang akan membawa mereka ke Tanah Suci di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, (2/10). ANTARA/Ismar Patrizki
Topik
40 Persen Calon Haji Asal Malang Berpotensi Stroke
TEMPO.CO, Malang - Sebanyak 691 orang atau 40 persen dari total 1.729 calon haji asal Kabupaten Malang mengidap hipertensi alias tekanan darah tinggi sehingga berpotensi mengalami stroke.
Menurut Mukari, Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Kabupaten Malang, banyaknya penderita hipertensi diketahui dari hasil tes kesehatan yang dilakukan Dinas Kesehatan setempat. Tapi mereka tetap diberangkatkan.
“Dari hasil tes kesehatan menyatakan mereka semua boleh berangkat dan kita memang tak boleh melarang orang yang mau beribadah haji,” ujarnya kepada Tempo, Rabu, 12 Oktober 2011. “Orang yang tak bisa jalan atau pakai kursi roda pun boleh berangkat asal semua persyaratannya terpenuhi,” Mukari menambahkan.
Mayoritas penderita hipertensi berusia sepuh di atas 60 tahun. Mereka mendapat perlakuan khusus berupa pemeriksaan kesehatan yang tak hanya dilakukan di 15 pusat kesehatan masyarakat yang ditunjuk Dinas Kesehatan, tapi juga di beberapa rumah sakit di wilayah Kabupaten Malang.
Pemeriksaan kesehatan dilakukan selama 7-17 September lalu. Seluruh hasil pemeriksaan tercantum dalam rekaman medis atau disebut buku hijau.
Mukari hanya mengingatkan agar seluruh calon haji lebih berhati-hati menjaga kesehatan dan harus mempertebal kesabaran selama beribadah di Tanah Suci.
Seluruh calon haji dijadwalkan berangkat pada gelombang kedua, yaitu 29-30 Oktober 2011, saat calon haji dari seluruh penjuru dunia berdatangan. Mereka terbagi dalam empat kelompok terbang, yaitu kloter 84, 85, 86, dan 92. Tiap kelompok terbang didampingi lima orang pemandu. Secara psikologis, menurut dia, di tengah banyaknya calon haji, gangguan hipertensi gampang muncul. Hipertensi salah satu pemicu terjadinya stroke.
Calon haji sepuh yang menderita hipertensi atau penyakit serius yang lain takkan diberi tanda khusus berupa gelang atau benda sejenisnya. Pemberian tanda semacam itu biasanya dilakukan pihak embarkasi di Surabaya. Dulu, calon haji sepuh diberi rompi khusus antipanas.
ABDI PURNOMO





