foto

Puluhan calon haji Kloter 1 antre menaiki pesawat Garuda Indonesia di Bandara Internasional Juanda, Surabaya, yang akan membawa mereka menuju Tanah Suci Mekah, Arab Saudi (12/10). TEMPO/Fully Syafi

Terlalu Gembira, Empat Calon Haji Ditunda Keberangkatannya  

TEMPO.CO, Surabaya - Tak bisa mengendalikan rasa senang karena bisa berangkat haji, empat calon haji asal embarkasi Surabaya terpaksa harus menunda keberangkatan mereka. "Mungkin karena terlalu senang sehingga darahnya naik dan hipertensi," kata Kepala Kesehatan Embarkasi Surabaya, Oenedo Gumarang, Rabu, 12 Oktober 2011.

Hipertensi, kata Oededo, salah satu penyebab utamanya karena si penderita tak mampu mengendalikan luapan emosi, baik itu emosi senang maupun sedih. Luapan emosi inilah yang diduga menjadikan tensi darah meningkat dan orang itu jatuh terkena hipertensi.

Akibat hipertensi itu, empat calon haji yang sudah berada di Asrama Haji Sukolilo Surabaya ini terpaksa harus menjalani rawat inap di Rumah Sakit Haji Sukolilo. Mereka baru bisa berangkat mengikuti kloter selanjutnya jika sudah dinyatakan sehat.

Oedeo menjelaskan, dari ratusan calon haji yang telah memeriksakan kesehatan di klinik asrama haji, diketahui jika mayoritas mereka adalah terkena hipertensi. "Kadarnya beda-beda, yang parah ada empat orang tadi dan kini masih dirawat di RS Haji," ujarnya.

Humas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya, Fatkhhul Arif, berharap seluruh calon haji mampu mengendalikan luapan emosinya. "Senang itu cukuplah dengan bersyukur, jangan kebablasan," kata dia. Untuk mencegah banyaknya calon haji yang terserang hipertensi, PPIH juga telah menyiapkan seluruh menu makanan yang rendah kadar garamnya.

Hingga saat ini, terdapat seorang calon haji yang meninggal ketika masih berada di Asrama Haji Sukolilo, yaitu Sauki Abdul Hakim, 65 tahun. Calon haji asal Jember ini meninggal karena mengalami pendarahan otak.


FATKHURROHMAN TAUFIQ