foto

TEMPO/Amston Probel

Siswa SD Kampanye Cegah Kejahatan Sedot Pulsa  

TEMPO.CO, Sidoarjo - Puluhan siswa Sekolah Dasar Islam Raudlatul Jannah, Desa Pepelegi, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, menggelar aksi simpati atas kasus pencurian pulsa yang marak belakangan ini.

Mereka menggelar spanduk dan replika telepon seluler raksasa berkeliling Sidoarjo. Aksi para siswa di sepanjang jalan ini menarik perhatian para pengguna jalan. "Kampanye ini untuk menyadarkan masyarakat terhadap kejahatan penyedotan pulsa," kata salah seorang guru, Wawan Fitriono, Rabu, 12 Oktober 2011.

Mereka juga membagikan selebaran yang berisi imbauan agar masyarakat waspada. Serta mengabaikan pesan pendek yang tujuannya hanya menguras pulsa pengguna telepon seluler.

Apalagi kini banyak pengguna telepon seluler yang dirugikan atas praktek penipuan yang diduga diselenggarakan operator seluler maupun penyedia layanan. Penipuan semacam ini, katanya, harus diwaspadai. Selain itu, masyarakat harus mengetahui jika pesan pendek tersebut merupakan modus operandi penipuan.

Setiap pesan pendek menyedot pulsa sekitar Rp 1.000 hingga Rp 2.000. Jika diperhitungkan total kerugian para konsumen telepon seluler mencapai Rp 100 miliar per bulan. Apalagi sebagian besar pengguna jasa telepon seluler menggunakan layanan prabayar.

EKO WIDIANTO