TEMPO/Imam Sukamto
Topik
Belum Dipanggil SBY, Muhaimin ke Yogya
TEMPO.CO, Jakarta - Perombakan (reshuffle) kabinet yang dijanjikan semakin dekat, namun belum ada kepastian kapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan memanggil para pimpinan partai politik anggota koalisi. Buktinya Muhaimin Iskandar, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), salah satu partai anggota koalisi, hari ini masih menjalani agenda kerja seperti biasa sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi.
“Pagi sampai siang ini beliau di Jogja menghadiri ASEAN Meeting dan sore ada acara penandatangan MoU pengiriman TKI ke Malaysia di Jakarta Convention Center (JCC),” kata Asisten Menakertrans Dita Indah Sari saat dihubungi Tempo, hari ini, Kamis, 13 Oktober 2011.
Ia mengaku belum tahu apakah Muhaimin sudah menerima undangan dari Presiden SBY untuk datang ke Cikeas. “Wah, kalau itu biasanya ke beliau langsung atau lewat staf khususnya. Yang jelas nanti sore ada agenda ke JCC,” katanya.
Salah satu Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB, Agus Sulistyono, juga mengaku belum tahu apakah sudah ada undangan Presiden SBY ke ketua umum partai. “Mungkin Ketua Umum sudah terima panggilan,” katanya.
Terkait perombakan kabinet, Agus yakin posisi dua menteri dari PKB, yakni Muhaimin dan Helmy Faisal Zaini, tetap aman. “Kinerja dua menteri itu baik dan kami juga solid. Saya optimis tidak sampai di-reshuffle,” tuturnya.
Ia menilai isu korupsi yang mendera Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi juga tak akan berpengaruh pada posisi Muhaimin di kabinet. “Isu itu tidak berpengaruh,” ucapnya. Menurutnya, secara formal belum ada rapat di jajaran pimpinan untuk membahas reshuffle.
Secara terpisah, Wakil Sekretaris Jenderal DPP PKB Zainul Munasichin mengatakan, kewenangan reshuffle ada pada Presiden. “Sesuai konstitusi, itu hak prerogatif Presiden. Jika ada partai yang mencampurinya, bisa dikatakan inkonstitusional,” kata Zainul.
PKB akan menerima apapun keputusan Presiden terkait reshuffle. Selain lobi politik, jajaran pengurus dan kader PKB di pusat maupun daerah terus intensif menggelar doa bersama menjelang reshuffle ini. “Dewan Syuro memang meminta agar semakin diintensifkan untuk menjaga keutuhan partai,” katanya.
ISHOMUDDIN





