Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono di halaman rumahnya di Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Kamis (13/10). Hari ini SBY berkantor di kediaman pribadinya dengan agenda bertemu wakil menteri dan pimpinan partai politik anggota koalisi. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo
Infografis
Tambah Wakil Menteri Proyek Mubasir
TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat politik Universitas Indonesia, Adrinof Chaniago, menilai penambahan wakil menteri di sejumlah kementerian akan menciptakan proyek-proyek baru yang berujung pada pemborosan anggaran negara. "Implikasinya yakni pemboros dan inefisiensi. Dan makin melindungi atau menciptakan proyek-proyek yang tidak perlu," kata Adrinof saat dihubungi Tempo, Kamis, 13 Oktober 2011.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono rencananya mengganti dan menambah wakil menteri di sejumlah kementerian dalam pekan ini. Penambahan jumlah wakil menteri ini juga akan membengkakan birokrasi dari sisi pemerintahan. Mestinya birokrasi pemerintah dirampingkan dengan menghilangkan beberapa pejabat eselon I karena tak diperlukan sehingga beberapa kementerian bisa dilebur atau dihapus. "Bukannya malah ditambah," ujar Adrinof.
Selama ini, anggaran APBN terpakai habis untuk proyek-proyek yang tak perlu karena mengikuti struktur. "Jadi, proyek itu mengikuti struktur yang ada, bukan kebutuhan," kata Adrinof.
Penambahan wakil menteri ini akan membutuhkan program kerja. Walaupun program itu tidak dibutuhkan, hanya untuk menjaga kelangsungan hidup organisasi. Adrinof menilai penambahan wakil menteri akan memperburuk keadaan dan bertentangan dengan semangat reformasi birokrasi. "Bukannya dikurangi malah ditambah. Ini bertentangan dengan reformasi birokrasi," katanya.
Juru bicara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Julian Aldrin Pasha, mengatakan komposisi wakil menteri di Kabinet Indonesia Bersatu II setelah perombakan tampaknya bakal berubah. "Mungkin lebih tepat bahasanya kalau penyesuaian dengan kebutuhan kementerian yang diperlukan. Jumlahnya belum bisa saya sampaikan sekarang," kata dia.
Saat ini, sudah ada 10 wakil menteri di jajaran Kabinet Indonesia Bersatu II. Mereka antara lain Wakil Menteri Luar Negeri Triyono Wibowo, Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Wakil Menteri Perindustrian Alex Retraubun, Wakil Menteri Perdagangan Mahendra Siregar, Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi, Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono, Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak, Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal, Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Lukita Dinarsyah Tuwo, dan Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati.
YOHANES SEO





