foto

Nasir Djamil. TEMPO/Adri Irianto

Jelang Reshuffle, PKS Siapkan Skenario Terburuk  

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera, Nasir Djamil, menyatakan, partainya menyiapkan langkah antisipasi perombakan (reshuffle) kabinet, termasuk kemungkinan terburuk. Ia mengatakan, langkah tersebut sudah dibicarakan dalam pertemuan petinggi PKS tadi malam.

Nasir mengatakan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaq memanggil seluruh petinggi dan anggota fraksi partai tersebut pada Rabu malam, 12 Oktober 2011. "Pimpinan minta sharing bagaimana kita menyikapi ini. Kita memberikan gagasan-gagasan, ada pilihan-pilihanlah. Misalnya kalau begini harus seperti apa, kalau begitu harus seperti apa," kata Nasir kepada wartawan di gedung DPR, Kamis, 13 Oktober 2011.

Menurut Nasir, pertemuan pimpinan partai merupakan persiapan Luthfi bertemu Presiden SBY hari ini, Kamis, 13 Oktober. Hasil pertemuan itu, tambah Nasir, akan dibawa ke Presiden SBY bersama ketua umum partai koalisi lainnya.

Ia yakin jatah menteri PKS di kabinet akan aman. Alasannya, ia percaya komitmen SBY dalam kontrak koalisi khusus PKS dengan SBY. "Kita tidak berpikir menteri kita dicopot. Kita percaya SBY memegang komitmen seperti yang ditandatanganinya bahwa PKS memiliki empat menteri."

Soal penambahan pos wakil menteri dan pergeseran pos menteri, Nasir memperkirakan tak akan berpengaruh kepada efektivitas pemerintahan. Menurutnya, hal yang perlu diperbaiki adalah pola komunikasi dan koordinasi pemerintahan.

Nasir mengatakan, penambahan pos menteri menunjukkan reshuffle bukan didasarkan pada kebutuhan mengefektifkan pemerintahan, tetapi "Menunjukkan reshuffle ini berdasarkan keinginan," kata dia.

Ia menduga reshuffle lebih didasari keinginan pihak yang mengincar posisi menteri. "Ada janji yang dulu belum dipenuhi. Karena enggak ada posisi lagi, dibuatlah wakil menteri. Menunjukkan SBY didikte orang-orang yang menginginkan posisi itu," ujarnya.

Soal pergeseran menteri, Nasir mengatakan, PKS menganggap hal itu sebuah keputusan strategis. Karena itu, ia memastikan jika ada menteri asal PKS yang digeser, Majelis Dewan Syuro akan segera bersidang. Namun, semua langkah dan strategi PKS itu tergantung hasil pertemuan para ketua umum partai dengan Presiden SBY yang berlangsung hari ini. "Kita lihat saja nanti, tidak bisa kita beberkan sekarang," kata Nasir.

FEBRIYAN