Fadel Muhammad. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo
Infografis
Pencemaran Laut Timor, Empat Menteri Ini Diusulkan Diganti
TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Yayasan Peduli Timor Barat, Ferdi Tanoni, mengusulkan empat menteri Indonesia bersatu II, yakni Menteri Perikanan dan Kelautan Fadel Muhamad, Menteri Perhubungan Fredy Numberi, Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, dan Menteri Lingkungan Hidup Gusti Muhamad Hatta diganti.
Keempat menteri itu dinilai gagal menyelesaikan persoalan pencemaran Laut Timor yang diperintahkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono segera diselesaikan. "Mereka tergabung dalam Tim Nasional (Timnas) pencemaran minyak di laut yang ditugaskan Presiden untuk menyelesaikan pencemaran di Laut Timor," kata Ferdi kepada Tempo dari Kupang, Kamis, 13 Oktober 2011.
Pencemaran Laut Timor disebabkan meledaknya ladang minyak Montara di Blok Atlas, Australia Utara, 21 Agustus 2009 lalu. Namun, sampai saat ini kasus tersebut belum terselesaikan. Terakhir, pemerintah dan PTTEP Australasia, perusahaan asal Thailand sebagai pengelola Montara, berencana melakukan penandatangan nota kesepahaman, tapi belum terlaksana.
Menurut Ferdi, Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa dinilai tidak mampu secara diplomatik untuk menyelesaikan masalah ini. Padahal, Indonesia dan Australia memiliki nota kesepahaman tahun 2006 tentang pencegahan produksi minyak di laut Timor. "Nota kesepahaman itu sebenarnya bisa digunakan, namun diabaikan Menlu. Bahkan, dia (Marty) terkesan membela Australia," katanya.
Fadel Muhamad, kata Ferdi, terkesan lepas tangan dan enggan menyelesaikan pencemaran di Laut Timor. Sedangkan Gusti Muhamad Hatta dinilainya selalu merubah angka-angka ganti rugi terkait pencemaran Laut Timor tanpa suatu penelitian ilmiah. "Klaim yang berubah-ubah itu hanya berdasarkan hasil survei di lapangan," katanya.
Sementara Ferdi Numberi sebagai Ketua Timnas Pencemaran Minyak di Laut Timor yang dipercayakan Presiden tidak mampu menyelesaikan masalah ini. Bahkan, terkesan Ferdi Numberi mempermalukan negara ini. "Oleh empat menteri ini, seolah-olah tidak terjadi pencemaran di Laut Timor sehingga mereka harus diganti," katanya.
YOHANES SEO





