Sayuran Hijau Tangkal Efek Gen Penyakit Jantung
TEMPO.CO, Massachusetts - Mengkonsumsi sayuran hijau yang kaya serat ternyata dapat mengubah “takdir” gen penyakit jantung. Selama ini orang beranggapan kita tak bisa mengelak dari gen dan efek gen yang kita warisi dari orang tua kita. Kini, sebuah tim ilmuwan internasional yang dipimpin oleh peneliti dari McMaster University menyangkal anggapan itu.
Para ilmuwan menemukan bahwa gen yang menjadi marker penyakit jantung ternyata dapat dimodifikasi oleh buah dan sayuran mentah. Hasil studi ini dipublikasikan dalam jurnal PLoS Medicine.
“Kami tahu bahwa varian genetik 9p21 meningkatkan risiko penyakit jantung bagi orang yang membawa gen tersebut,” kata Dr Jamie Engert, peneliti utama studi, yang juga peneliti penyakit kardiovaskuler di Research Institute of the McGill University Health Centre (RI-MUHC) dan anggota Department of Human Genetics di McGill University. “Yang mengejutkan, diet sehat ternyata dapat menurunkan efek itu secara signifikan.”
Dalam riset tersebut, tim ilmuwan menganalisis lebih dari 27 ribu individu dari lima etnis, Eropa, Asia Selatan, Cina, Amerika Latin, dan Arab, serta efek diet mereka terhadap gen 9p21. Hasilnya menunjukkan bahwa individu dengan genotipe risiko tinggi yang mengkonsumsi diet yang terdiri atas sayuran mentah, buah, dan beri mempunyai risiko serangan jantung serupa dengan mereka yang mempunyai genotipe risiko rendah.
“Kami mengobservasi bahwa efek genotipe risiko tinggi dapat dicegah dengan mengkonsumsi makanan kaya buah dan sayuran,” kata Sonia Anand, peneliti di Population Health Research Institute serta dosen kedokteran dan epidemiologi di Michael G. DeGroote School of Medicine di McMaster University. “Hasil studi kami mendukung rekomendasi kesehatan publik untuk mengkonsumsi lebih dari lima porsi buah atau sayuran sebagai cara meningkatkan kesehatan.”
Penelitian mereka juga menunjukkan kemungkinan adanya interaksi penting antara gen dan diet dalam penyakit kardiovaskuler. “Riset lanjutan sangat diperlukan untuk memahami mekanisme interaksi ini, yang akan mengungkap proses metabolik yang melibatkan gen 9p21,”kata Dr Ron Do, peneliti utama studi itu, di Center for Human Genetics Research di Massachusetts General Hospital, Boston, Massachusetts.
SCIENCEDAILY | TJANDRA





