Wim Rijsbergen. TEMPO/Aditia Noviansyah
Topik
Rahmad atau Benny Pantas Gantikan Wim
TEMPO.CO, Bojonegoro - Manajer Teknik Persibo Bojonegoro Sartono Anwar meminta PSSI untuk secepatnya mengganti pelatih tim nasional senior Wim Rijsbergen dengan Rahmad Darmawan atau Benny Dollo. “Ganti saja pelatihnya, jika hasilnya hanya seperti ini,” katanya kepada Tempo, Kamis 13 Oktober 2011.
Pelatih gaek asal Semarang ini mengatakan, dari pada menggaji mahal-mahal pelatih asing, lebih baik menggunakan pelatih dari Indonesia. Apalagi, kualitas pelatih semacam Wim cukup banyak di negeri ini. "Yang dibutuhkan sekarang adalah pelatih timnas yang bagus dan hasilnya bisa membuat sepak bola Indonesia berprestasi," ujarnya.
Namun yang justru terjadi, kata Sartono, di bawah Wim prestasi pemain-pemain nasional melorot. Hasil tiga kali kalah beruntun dilaga kualifikasi Pra-Piala Dunia 2014 Zona Asia Group E adalah sangat memalukan. "Karena itu sebaiknya PSSI mengganti pelatih asal Belanda tersebut."
Menurut Sartono, Rahmad dan Benny punya karakter yang kuat. Rahmad juga sudah terbukti beberapa kali sukses menjadi pelatih yaitu saat membesut Sriwijawa FC, Persija Jakarta dan terakhir menjadi pelatih kepala timnas U-23.
Sementara Benny juga punya kiat khusus untuk menjadi pelatih yang berprestasi. Setidaknya saat menangani Arema Indonesia (dulu Arema Malang), berhasil menyabet Piala Indonesia berturut-turut pada 2005 dan 2006. “Dua pelatih itu punya prestasi bagus,” ujarnya.
Usulan pergantian sebelumnya juga datang dari mantan pemain nasional Rully Nerre. Dia meminta PSSI untuk mengganti Wim menyusul tiga kekalahan beruntun. “Untuk kekalahan yang ketiga ini, sudah memberi catatan buruk bagi pelatih Wim. Menurut saya, dia harus diganti,” katanya.
SUJATMIKO





