foto

Sejumlah calon jamaah haji dari Sumatera Barat antre memasuki bis di Bandara King abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi, Minggu (2/10). Sebanyak 360 calon haji kloter pertama dari embarkasi Padang, Sumbar tiba dan langsung berangkat ke Madinah untuk menunaikan ibadah Arbain. ANTARA/Prasetyo Utomo

Lima Calon Haji Meninggal di Madinah

TEMPO.CO, Jakarta - Seorang jemaah haji asal Kampung Lampegan Girang, Desa Gombong, Ciawi, Tasikmalaya, Jawa Barat, Muchtar bin Encon, 91 tahun, dikabarkan meninggal dunia di Rumah Sakit Madinah, Rabu, 12 Oktober 2011 karena sakit.

Anak tertua almarhum, H. Engkos, 71 tahun, Kamis, 13 Oktober 2011 mengatakan sebelum berangkat ke Mekah, almarhum Muchtar mengeluhkan sakit sesak nafas. Namun, tim kesehatan calon menyatakan sakitnya normal.

Setelah berada di Mekah, Ahad, 9 Oktober 2011, kata Engkos, almarhum terkena penyakit sesak nafas hingga harus mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Madinah. Meskipun sudah ditangani dokter Rumah Sakit Madinah, kata Engkos, almarhum tak tertolong.

Salah seorang pengurus KBIH Miftahul Ulum, Ai Hafsah, membenarkan almarhum yang tergabung dalam kloter 1 masuk Rumah Sakit Madinah, Senin, 10 Oktober 2011. Ia meninggal dunia, Rabu, 12 Oktober 2011.


Dengan demikian, selama 10 hari pengiriman jemaah, total sudah lima anggota jemaah calon haji Indonesia meninggal dunia. Mereka umumnya meninggal akibat sakit.

Data Sistem Komputer Haji Terpadu di Mekkah, melaporkan empat calon yang meninggal lainnya adalah Kasiyah Nimti Ahmad Disan dari kloter dua embarkasi Solo nomor paspor A0687656, Marhadi bin Druno dari kloter pertama embarkasi Surabaya nomor paspor A0861997, Andi Sutriany Amra binti Andi Mappiara dari kloter pertama embarkasi Makassar paspor W010340, Dedeh Misyanah binti H.A. Sutia kloter 17 JKS (Jawa Barat) paspor A0730395.



 



ANT | PURWANTO