Dharnawati. TEMPO/Seto Wardhana
Infografis
Perusahaan Dharnawati Akan Garap Proyek di Papua
TEMPO.CO, Jakarta - Tersangka kasus suap proyek transmigrasi di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dharnawati, mengatakan perusahaannya berniat menggarap proyek di tiga daerah di Papua, yaitu Kabupaten Mimika, Teluk Wondama, dan Manokwari. "Iya, Mimika, Wondama itu, sama Manokwari ya," kata Dharnawati usai menjalani pemeriksaan di kantor KPK, Jumat, 14 Oktober 2011.
Kuasa Direktur PT Jaya Alam Papua itu membantah sudah membuat kesepakatan dengan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Mimika yang telah diperiksa KPK. "Deal-nya belum ya, karena belum kerja. Dia hanya sebagai saksi saya saja," ujarnya
Dharnawati diperiksa KPK sebagai tersangka kasus pemberian suap kepada dua pejabat Kemenakertrans, yakni Sekretaris Direktorat Jenderal Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi, I Nyoman Suisnaya, dan Kepala Bagian Evaluasi dan Perencanaan, Dadong Irbarelawan.
Kedua pegawai Kemenakertrans itu beserta Dharnawati diciduk KPK pada 25 Agustus 2011, bersama duit sebesar Rp 1,5 miliar. Menurut Dharnawati, uang itu rencananya akan diberikan kepada Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar sebagai hadiah Lebaran.
Pemberian uang itu diduga ada kaitannya dengan Dana Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah (DPPID) di Kawasan Transmigrasi untuk 19 kabupaten pada APBN- Perubahan 2011 yang berbiaya Rp 500 miliar.
Dharnawati tiba di KPK Jumat pagi tadi sekitar pukul 10.05 WIB dan keluar dari ruang pemeriksaan pada pukul 11.35 WIB.
Selain Dharnawati, dalam kasus suap proyek transmigrasi, KPK juga akan melakukan pemeriksaan terhadap Ali Mudhori yang disebut sebagai orang dekat Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar. Ali Mudhori diperiksa sebagai saksi. Namun, hingga berita ini ditulis, Ali Mudhori belum muncul di KPK.
ANGGA SUKMA WIJAYA





