Ledakan bom mesin ATM BRI dan BNI di Jalan Affandi, Gejayan, Sleman, Yogyakarta. TEMPO/Suryo Wibowo
Topik
Infografis
Polisi: Pembakar ATM Yogya Terkait Terorisme
TEMPO.CO, Sleman -- Polisi menyatakan pembakaran dan peledakan ATM BRI di Jalan Gejayan, Sleman, Yogyakarta pekan lalu lebih condong pada terorisme, bukan pencurian seperti yang sebelumnya diungkapkan.
“Kami awalnya tidak tahu sehingga menduga pencurian biasa, tapi setelah diselidiki lebih dalam, sekarang condong pada terorisme,” kata juru bicara Polda DI Yogyakarta AKBP Anny Pudjiastuti, Jumat, 14 Oktober 2011.
Polisian menjerat dua tersangka, yakni Bl dan Rn. Awalnya, kedua tersangka ini dijerat dengan pasal kejahatan berbahaya dan perusakan.
Sebelumnya Kapolda DI Yogyakarta Brigjen Tjuk Basuki meyakini pembakaran itu merupakan aksi perampokan cara baru. Ia menyanggah bahwa itu terkait terorisme dan menilai selebaran berisi kecaman negara yang ditemukan hanya ajakan aksi serupa.
Kesimpulan terorisme tersebut, lanjut Anny, karena ada sejumlah unsur, di antaranya ada inisiator dan provokasi melalui selebaran. “Semua memakai selebaran yang intinya hampir sama, kekecewaan pada sistem kapitalisme,” kata Anny.
Ledakan di ATM juga memiliki keterkaitan dengan peristiwa di tempat lain yang terjadi pada Maret, April, Juni, dan Oktober. Pembakaran dan perusakan ATM terjadi di Makassar pada Maret lalu, Manado April, Bandung Juni dan Oktober di Yogyakarta.
Dugaan keterkaitan terorisme dikuatkan adanya fakta bahwa uang dalam boks ATM BRI sebesar Rp 50,6 juta tak berkurang sepeserpun.
Soal motif, kasus pembakaran ATM di Yogyakarta dan lainnya juga dinilai sama, yakni menuang bensin lalu keluar dan membakarnya sambil meninggalkan selebaran. Ledakan di ATM BRI Yogyakarta bukan karena bom, tapi akibat trafo mesin ATM yang terkena udara panas akibat dibakar.
Anny mengatakan dua tersangka Bl, 31 tahun, warga Bandung, Jawa Barat dan Rr, 28 tahun, warga Kalimantan Timur merupakan orang cerdas.“Dari gaya bicaranya terlihat mereka cukup cerdas,” kata Anny.
Sebelum pembakaran, keduanya satu bulan tinggal di Yogyakarta dan sempat membicarakan rencana itu di warung bubur kacang hijau di kawasan Kolombo.
Bl diketahui berprofesi sebagai ahli desain grafis yang membuat selebaran. Sedangkan sang perencana, Rr, bekerja sebagai penerjemah bahasa Inggris. Kedua tersangka itu mengawasi Kl yang ditunjuk sebagai eksekutor pembakaran. Kl kabur dengan luka bakar di tangan dan masih buron.
Polisi membebaskan Ss, mahasiswi Yogyakarta, pacar Bl. Awalnya, mahasiswi perguruan tinggi swasta ini diduga ikut aksi karena tersangka sempat lari ke kost-nya di dekat lokasi pembakaran.
Anny mengatakan kartu pers indonesianexpressnews.com dengan nama Ronny yang ditemukan polisi di lokasi kejadian adalah kartu palsu. Menurut dia, kartu ini milik Kl yang masih dalam pengejaran.
Senada dengan Anny, Kapolres Sleman AKBP Irwan Ramaini juga menduga kuat aksi pembakaran ATM di Yogyakarta ada kaitannya dengan kasus di sejumlah wilayah Indonesia. “Betul, ada indikasi kuat ke situ,” kata dia.
PRIBADI WICAKSONO





